Page 347 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 347
Tabel 3. Volume Pekerjaan Permohonan Hak Atas Tanah di
Kantor Pertanahan Tipe A
No Kantor Pertanahan Volume Pekerjaan 1 Tahun (Berkas)
1. Kabupaten Kediri 22.971
2. Kabupaten Sragen 67.308
3. Kabupaten Bogor 156.000
Sumber : Data Kantor Pertanahan Tahun 2013
Dari Tabel 3 terlihat bahwa jumlah permohonan hak atas tanah
paling banyak terdapat di Kantor Pertanahan Tipe A adalah di Kantor
Pertanahan Kabupaten Bogor dengan banyaknya permohonan per bulan
sebanyak 156.000 berkas per tahun atau rata-rata 13.000 berkas per bulan.
Banyaknya permohonan di Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen sebanyak
67.308 berkas atau + 5.600 berkas per bulan, dan di Kantor Pertanahan
Kabupaten Kediri sebanyak 22.971 berkas atau + 1.915 berkas per bulan.
Apabila dilihat dari volume pekerjaan tersebut, di Provinsi Jawa Barat
merupakan provinsi yang paling banyak permohonan hak atas tanahnya,
diikuti selanjutnya di Provinsi Jawa Tengah, dan paling sedikit di Provinsi
Jawa Timur.
Tabel 4. Volume Pekerjaan Permohonan Hak Atas Tanah di
Kantor Pertanahan Tipe B
No Kantor Pertanahan Volume Pekerjaan 1 Tahun (Berkas)
1. Kabupaten Ngawi 9.320
2. Kabupaten Boyolali 59.002
3. Kabupaten Subang 23.019
Sumber : Data Kantor Pertanahan Tahun 2013
Di Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali, banyaknya permohonan
hak atas tanah 59.002 berkas per tahun atau + 4.900 berkas per bulan.
Banyaknya permohonan di Kantor Pertanahan Kabupaten Subang 23.019
berkas per tahun atau + 1.918 berkas per bulan, dan di Kantor Pertanahan
Kabupaten Ngawai sebanyak 9.320 berkas atau 776 berkas per bulan. Di
316 Kelembagaan

