Page 446 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 446
Salman, Otje. 2011. Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. Alumni,
Bandung.
Rachman, Noer Fauzi dan Mia Siscawati, 2014, Masyarakat Hukum
Adat Adalah Penyandang Hak, Subjek Hukum, dan Pemilik Wilayah
Adatnya: Memahami secara Kontekstual Putusan Mahkamah Konstitusi
Republik Indonesia atas Perkara Nomor 35/PUU-X/2012, INSISTPress,
Yogyakarta.
Vandergeest, P. dan N.L. Peluso. 1995. “Territorialization and State
Power in Thailand” Theory & Society 24 (3): 385–426. DOI: 10.1007/
BF00993352., dalam Noer Fauzi Rachman dan Mia Siscawati, 2014,
Masyarakat Hukum Adat Adalah Penyandang Hak, Subjek Hukum,
dan Pemilik Wilayah Adatnya: Memahami secara Kontekstual Putusan
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia atas Perkara Nomor 35/
PUU-X/2012, INSISTPress, Yogyakarta.
Winarno, Budi, 2008, Gagalnya Organisasi Desa dalam Pembangunan di
Indonesia, Tiara Wacana, Yogyakarta.
Jurnal
Saptomo, Ade, 2004, Di Balik Sertifikasi Hak atas Tanah dalam Perspektif
Pluralisme Hukum, Jurnal Jurisprudence, Vol. 1, No. 2, September
2004.
Leo Agustino dan Mohammad Agus Yusoff, 2010, Politik Lokal di Indonesia:
Dari Otokratik ke Reformasi Politik, Jurnal Ilmu Politik, Edisi 21.
Erica-Irene A. Daes, 2004, Prevention of Discrimination and Protection of
Indigenous Peoples: Indigenous peoples’ permanent sovereignty over natural
resources, Sub-Commission on the Promotion and Protection of Human
Rights, Economic and Social Council, United Nation.
Internet
Subhanie, Dzikry, 2013, DPD Bentuk Komnas Ad-hoc Penyelesaian
Konflik Agraria, artikel dalam Jurnalparlemen.com diakses tanggal 5
April 2013.
Pemaknaan Hak Menguasai Negara Oleh Mahkamah Konstitusi 415

