Page 442 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 442

BAB IV



                                         PENUTUP











             A.    KESIMPULAN

                   Hak Menguasai Negara (selanjutnya disebut HMN) di setiap rezim
             kekuasaan yang pernah ada di Indonesia dimaknai secara berbeda, bahkan
             bertolak belakang dalam semangat dan tujuan. Namun demikian dari
             segi kedudukan negara dalam hubungannya dengan penguasaan tanah
             dan sumber daya alam, Rezim Kolonial, Rezim Orde Lama, dan Rezim
             Orde Baru menempatkan negara pada posisi yang hampir sama yaitu
             sebagai sebagai penguasa tertinggi atas tanah dan sumber daya alam.
             HMN ditempatkan sebagai hak induk yang tertinggi atas hak-hak atas
             tanah lainnya. Keadaan bergeser ketika Indonesia memasuki era reformasi
             dan hadirnya MK sebagai the sole interpreter of constitution. Pada era
             yang terakhir ini, negara dan rakyat berada dalam posisi untuk berbagi
             kewenangan menguasai dan tidak lagi berada dalam hubungan sub-ordinasi.
                   Pendirian MK terhadap pemaknaan HMN pada beberapa putusan
             yang dikaji dalam penelitian ini cenderung konsisten. MK memaknai
             HMN sebagai hak publik, yang berbeda dengan karakter hak privat pada
             ranah keperdataan. Negara tidak dalam posisi memiliki sumber daya
             alam, melainkan hadir untuk merumuskan kebijakan (beleid), melakukan
             pengaturan (regelendaad), melakukan pengurusan (bestuurdaad), melakukan
             pengelolaan (beheersdaad), dan melakukan pengawasan (toezichthoudendaad).
             Oleh karena itu pelaksanaan HMN harus memperhatikan hak-hak yang
             telah ada, baik hak individu maupun hak kolektif yang dimiliki masyarakat
             hukum adat (hak ulayat), hak masyarakat adat serta hak-hak konstitusional
             lainnya yang dimiliki oleh masyarakat dan dijamin oleh konstitusi




                                                                              411
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447