Page 439 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 439

dalam hal HMN sebagai Hak Privat, negara tidak bisa terjun langsung
            untuk berhubungan dengan pihak ketiga atau perusahaan swasta. Untuk
            itulah ditunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bekerjasama
            dengan swasta. Dipilihnya BUMN untuk  berurusan dengan swasta semata-
            mata agar kedudukan negara tidak berada dalam posisi yang setara dengan
            korporasi privat. Bagaimanapun juga negara harus memiliki kedudukan
            yang lebih tinggi dari mitra kerjasamanya, agar fungsi koreksi dan regulasi
            yang dimiliki negara dapat dijalankan dengan baik. 47
                 Penguasaan negara dalam Pasal 33 UUD 1945 menurut MK dalam
            pertimbangan pengujian Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 terhadap
            Pasal 33 UUD 1945 mengandung pengertian yang lebih tinggi daripada
            pemilikan dalam konsepsi hukum perdata. Konsepsi penguasaan negara
            merupakan konsepsi hukum publik yang berkaitan dengan kedaulatan
            publik. Oleh karena itu makna HMN bukan dalam makna negara memiliki
            bumi, air dan sumber daya alam Indonesia, melainkan dalam pengertian
            bahwa negara merumuskan kebijakan (beleid), melakukan pengaturan
            (regelendaad), melakukan pengurusan (bestuurdaad), melakukan pengelolaan
            (beheersdaad), dan melakukan pengawasan (toezichthoudendaad). 48
                 Pandangan yang berbeda ditunjukkan oleh Herman Soesangobeng
            mengenai sifat privat dari HMN. Menurutnya, dalam Burgerlijk Wetboek
            (yang kemudian menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di
            Indonesia) dimungkinkan bagi negara untuk memiliki tanah secara privat.
            BW yang banyak mendapatkan pengaruh dari Corpus Ius Civilis jaman
            Romawi yang mengenal adanya hak milik perdata kebendaan dan hak milik
            perdata agraria. Penguasaan tanah oleh negara secara privat berada dalam
            kerangka hak milik perdata agraria tersebut. 49
                 Putusan MK Nomor 001, 021, 022/PUU-I/2003 bertanggal 15
            Desember 2004 juga memberikan penegasan bahwa apabila pengertian kata
            “dikuasai oleh negara” hanya diartikan sebagai pemilikan dalam arti perdata
            (privat) oleh negara, maka tidaklah mencukupi untuk mencapai tujuan
            “sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Konsep dikuasai oleh negara haruslah
            diartikan mencakup makna penguasaaan oleh negara dalam arti luas yang

                 47 Achmad Sodiki, dalam Workshop Hasil Penelitian Sistematis STPN, Tanggal 27 November
            2014 di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta.
                 48 Putusan MK tentang Uji Materi UU Ketenagalistrikan.
                 49 Herman Soesangobeng dalam Workshop Hasil Penelitian Sistematis STPN, Tanggal 27
            November 2014 di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta.


            408      Hubungan Keagrariaan
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444