Page 437 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 437

7.   Empat tolok ukur dalam menilai makna sebesar-besar kemakmuran
                 rakyat yaitu: (i) kemanfaatan sumber daya alam bagi rakyat, (ii)
                 tingkat pemerataan manfaat sumber daya alam bagi rakyat, (iii)
                 tingkat partisipasi rakyat dalam menentukan manfaat sumber daya
                 alam, serta (iv) penghormatan terhadap hak rakyat secara turun
                 temurun dalam memanfaatkan sumber daya alam;
            8.   Penguasaan oleh negara atas bumi, air dan kekayaan alam yang
                 terkandung di dalamnya harus juga memperhatikan hak-hak yang
                 telah ada, baik hak individu maupun hak kolektif yang dimiliki
                 masyarakat hukum adat (hak ulayat), hak masyarakat adat serta hak-
                 hak konstitusional lainnya yang dimiliki oleh masyarakat dan dijamin
                 oleh konstitusi.
            9.   Wewenang hak ulayat dibatasi seberapa jauh isi dari wewenang hak
                 perseorangan, sedangkan wewenang negara dibatasi sejauh isi dan
                 wewenang hak ulayat. Dengan cara demikian, tidak ada tumpang
                 tindih (kejumbuhan) antara wewenang negara dan wewenang hak
                 masyarakat hukum adat yang berkenaan dengan hutan. Negara
                 hanya mempunyai wewenang secara tidak langsung terhadap hutan
                 adat.
            10.  Tidak dimungkinkan hak yang dipunyai oleh warga masyarakat
                 hukum adat tersebut ditiadakan atau “dibekukan” sepanjang
                 memenuhi syarat dalam cakupan pengertian kesatuan masyarakat
                 hukum adat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18B ayat (2) UUD
                 1945
            11.  Perkataan dikuasai oleh negara haruslah diartikan mencakup makna
                 penguasaaan oleh negara dalam arti luas yang bersumber dan berasal
                 dari konsepsi kedaulatan rakyat Indonesia atas segala sumber kekayaan
                 “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya”,
                 termasuk pula di dalamnya kepemilikan publik oleh kolektivitas
                 rakyat atas sumber-sumber kekayaan dimaksud.
            12.  Rakyat secara kolektif itu, dikonstruksikan oleh UUD 1945
                 memberikan mandat kepada negara untuk mengadakan kebijakan
                 (beleid), melakukan pengaturan (regelendaad), melakukan pengurusan
                 (bestuursdaad), melakukan pengelolaan (beheersdaad), dan melakukan
                 pengawasan (toezichthoudensdaad) untuk tujuan sebesar-besar
                 kemakmuran rakyat.




            406      Hubungan Keagrariaan
   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442