Page 646 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 646

BAB I



                                 PENDAHULUAN












             A.    Latarbelakang

                   Selama ini tampak sekali bahwa kajian pertanahan dan keagrariaan
             di Indonesia, utamanya di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN),
             merupakan kajian ilmu yang bersifat fragmentaris dan cenderung mengkaji
             bidang–bidang tertentu.Sekurang–kurangnya terdapat tiga kajian atau ilmu
             yang secara simultan mewarnai kajian pertanahan dan keagrariaan, yakni
             rumpun ilmu kebumian, ilmu hukum serta ilmu sosial. Ketiga rumpun
             keilmuan tersebut, baik secara simultan maupun sendiri sendiri, dalam
             hal pendekatan dan metodologinya selalu digunakan dalam penelitian
             pertanahan dan keagrariaan. Namun demikian pemanfaatan beragam
             rumpun ilmu dalam satu kajian yang dilakukan di STPN belum mampu
             menunjukkan kekhasan atau karakteristik keilmuan di bidang pertanahan
             dan keagrarian, baik dalam hal pendekatan maupun metodologi
                   Kajian dan penelitian pertanahan yang dilakukan oleh STPN
             dikategorikan berada di dalam lokus kajian Policy and Political Science
             dengan konsentrasi pada Land and Agrarian Studies. Pengakategorisasian
             oleh Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan
             (KNAPP) Kementerian Riset dan Teknologi, dilakukan setelah visitasi
             akreditasi pada lembaga penelitian STPN. Pengkategorsasian inipun tidak
             serta merta memberikan dampak pada terkonstruksinya ilmu dan kajian
             pertanahan.
                   Pengembangan keilmuan pertanahan di STPN, juga sangat
             terpengaruh oleh proses pendidikan dan pembelajaran kepada mahasiswa.
             Kepentingan kajian keilmuan yang menopang tugas pokok dan fungsi BPN



                                                                             615
   641   642   643   644   645   646   647   648   649   650   651