Page 648 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 648
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN
KERANGKA TEORI
A. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Setiap ilmu pengetahuan mengindukkan dirinya pada filsafat ilmu
pengetahuan (philosophy of science) tertentu. Namun, cara mengindukkan
diri ini tak selalu melalui proses yang disadari. Meminjam Keynes, tak
banyak orang yang menyadari bahwa pemikiran mereka sebenarnya
bersandar kepada bangkai–bangkai pemikiran yang lebih tua. Dan
kenyataannya memang demikian.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, kita membedakan “filsafat” dengan
“falsafah”. Falsafah adalah gagasan filosofis yang belum terdisiplinkan atau
terstrukturasi. Ia disebut juga sebagai pandangan hidup, atau pandangan
tentang dunia. Sementara, filsafat adalah gagasan filosofis yang telah
terdisiplinkan, atau terstrukturasi Secara sederhana bisa dikatakan bahwa
“filsafat” adalah “falsafah” yang telah distrukturasi dan didisiplinkan.
Apa yang disebut sebagai “filsafat ilmu pengetahuan”, salah satu
cabang dari filsafat yang telah terdisiplinkan, adalah perangkat filosofis
untuk menguji ilmu pengetahuan. Jadi, obyek kajian dari filsafat ilmu
pengetahuan adalah ilmu itu sendiri. Bangun sebuah ilmu akan diselidiki
dan sifat keterangannya diuji, untuk mengetahui syarat–syarat apa yang
memberi kekuatan kepadanya sebagai sebuah ilmu.
Namun, filsafat ilmu pengetahuan bukanlah satu–satunya jurusan
yang bisa melahirkan ilmu pengetahuan. Selain jurusan filsafat, baik dalam
pengertian filsafat yang telah didisiplinkan maupun filsafat yang belum
617

