Page 652 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 652
Metodologi adalah ilmu yang berhubungan erat dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, yang dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Atau
dengan kata lain sebuah sistem penalaran yang menggunakan metode
tertentu, dapat berupa penalaran induktif ataupun deduktif untuk dapat
menghasilkan ilmu pengetahuan. Metodologi bersangkutan dengan jenis,
sifat dan bentuk umum mengenai cara–cara, aturan–aturan dan patokan–
patokan prosedur jalannya penelitian yang menggambarkan bagaimana
ilmu pengetahuan diperoleh melalui sebuah metode. Sedangkan metode
adalah cara kerja yang teratur dan sitematis untuk mendapatkan sebuah
pengetahuan.
B. Ilmu Pertanahan dan keagrariaan
Berkenaan dengan isu dan objek kajian pertanahan dan keagrariaan,
teori ‘the production of spaces’ (Lefebvre, 1991) dapat dikedepankan sebagai
objek material. Menurut Lefebvre, ruang (space) tidak hanya dipahami
sebagai ruang fisik (physical spaces) belaka, tetapi juga ruang mental
(mental spaces) dan ruang sosial (social spaces). Ketiga ruang ini ternyata
sangat relevan dengan objek materi kajian pertanahan dan keagrariaan.
Ruang fisik dimaknai sebagai makna keruangan atas tanah (land), ruang
mental berhubungan dengan mindset dan hal–hal yang bersifat spiritual
dan kultural dalam memandang tanah dan ruang sosial berkenaan dengan
persoalan tenuarial, administrasi, penggunaan dan pemanfaatan serta
penyelesaian konflik dan sengketa pertanahan dan keagrariaan.
Dalam konteks kekinian, telah berkembang kajian tentang land
management dan land administration yang merupakan impelemntasi dari
kebijakan negara terhadap tanah (land policy). Dalam hal ini, Chinnapan
menempatkan land management dan land administration pada terminologi
yang sejajar , yang unsur–unsurnya sebagaimana dikemukakan oleh
1
Enemark, yakni: (1) land tenure; (2) land use; (3) land value; dan (4) land
development.
Permasalahan pokok yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah
belum terformulasikannya rumpun keilmuan pertanahan dan keagrariaan
secara jelas dan tegas, sehingga hasil studi dan kajian yang dilakukan masih
sangat kental dengan perspektif keilmuan yang ada pada masing–masing
1 Chinnapan, 2011. Land Tenure in Disaster Risk Management: Case of Flooding in Nepal,
Enschede, The Netherlands.
Ilmu Agraria Lintas Disiplin 621

