Page 650 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 650

5.    Praktik bisa melahirkan Ideologi, dimana Ideologi bisa memperkaya
                   Ilmu Pengetahuan.
             6.    Ideologi tidak melahirkan Ilmu Pengetahuan, melainkan sebaliknya,
                   Ilmu Pengetahuan melahirkan Ideologi.

                   Sebuah ilmu pengetahuan yang telah berkembang biasanya dibentuk
             secara seimbang oleh tegangan antara jurusan falsafah dengan jurusan
             praktik. Artinya, ilmu itu tidak hanya bersifat paradigmatik, namun juga
             ideologis. Atau sebaliknya, ilmu itu tidak hanya bersifat ideologis, tapi
             juga paradigmatik. Jadi, tegangan paradigmatik dengan ideologis saling
             berdialektika secara terus–menerus.
                   Tegangan antara pendekatan paradigmatik dengan pendekatan
             ideologis itu mewakili metode deduktif dengan induktif. Pendekatan
             paradigmatik bersifat deduktif, sementara pendekatan ideologis bersifat
             induktif. Dan ilmu pengetahuan yang telah berkembang selalu merupakan
             hasil dari perkawinan yang imbang antara dua pendekatan tadi.
                   Upaya–upaya untuk mendapatkan ‘ruh’ keilmuan pertanahan dan
             keagrariaan, yang paling tidak tercermin dalam formal background dan
             material background dalam setiap penelitian, harus dilakukan melalui kerja–
             kerja ilmiah. Ihalauw (2004) menyatakan bahwa  pilihan–pilihan untuk
             menempuh cara kerja ilmiah mengakibatkan sejumlah konsekuensi yang
             meliputi: (a) landasan filsafati; (b) aras kiblat pikir ilmiah; (c) pendekatan
             ilmiah; (d) nilai–nilai ilmiah; dan (d) bahasa keilmuan.
                   Landasan filsafati sangat terkait dengan landasan dasar filsafat yang
             berupa landasan ontologi, epistemologi,dan aksiologi.Aras kiblat pikir
             ilmiah terdiri dari aras abstrak dan empirik. Aras abstrak yang sangat erat
             kaitannya dengan penalaran yang dipilahkan menjadi tiga–sub aras yaitu
             aras teoritis atau tinggi, tengahan, dan aras rendahan. Sedangkan aras
             empirik sangat erat kaitannya dengan pengamatan, fakta dan peristiwa.
                   Pendekatan ilmiah terbagi menjadi pendekatan induktif dan deduktif.
             Pendekatan induktif bergerak dari fakta, peristiwa atau pengamatan manusia
             (aras empirik) mengarah ke pembentukan dan modifikasi konsep, dalil
             atau menata dalil sehingga menjadi teori yang semuanya berada pada aras
             abstrak. Pendekatan deduktif bertitik tolak dari telaah teoritis, penalaran,
             perenungan dan pengalaman pada aras abstrak dengan sasaran mengukur
             konsep, menguji dalil atau model yang dilakukan pada aras empirik.




                                                   Ilmu Agraria Lintas Disiplin  619
   645   646   647   648   649   650   651   652   653   654   655