Page 659 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 659

UGM, jurusan yang pertama kali dibuka ada empat, yaitu Jurusan Ekonomi
            Agraria, Kenegaraan, Ekonomi Sosiologi, dan Ekonomi Perusahaan.
                 Cukup menarik untuk mencatat bahwa UGM membuka Jurusan
            Ekonomi Agraria. Sejauh yang bisa ditelusuri, latar belakang pendirian
            jurusan tersebut berangkat dari sudut pandang bahwa sebagai negara
            agraris, maka persoalan terbesar ekonomi Indonesia adalah soal agraria. Itu
            sebabnya di kalangan para pendiri UGM, jurusan ekonomi yang mereka
            buka di antaranya adalah jurusan ekonomi agraria.
                 Jika UGM memiliki P3PK, maka Institut Pertanian Bogor (IPB)
            pada 1972 telah mendirikan Lembaga Penelitian Sosiologi Pedesaan, yang
            dipimpin oleh Sajogyo. Dengan demikian, lembaga yang dipimpin oleh
            Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia itu hadir lebih dulu dari P3PK di
            UGM. Dalam perjalanannya, lembaga itu telah menjadi salah satu pusat
            pengembangan kajian agraria yang terkemuka di Indonesia.
                 Dalam konteks kekinian, selama ini tampak sekali bahwa kajian
            pertanahan dan keagrariaan di Indonesia, utamanya di Sekolah Tinggi
            Pertanahan Nasional (STPN), merupakan kajian ilmu yang bersifat
            fragmentaris dan cenderung mengkaji bidang–bidang tertentu. Sekurang–
            kurangnya terdapat tiga kajian atau ilmu yang secara simultan mewarnai
            kajian pertanahan dan keagrariaan, yakni rumpun ilmu kebumian, ilmu
            hukum serta ilmu sosial. Ketiga rumpun keilmuan tersebut, baik secara
            simultan maupun sendiri sendiri, dalam hal pendekatan dan metodologinya
            selalu digunakan dalam penelitian pertanahan dan keagrariaan. Namun
            demikian pemanfaatan beragam rumpun ilmu dalam satu kajian yang
            dilakukan di STPN belum mampu menunjukkan kekhasan atau
            karakteristik keilmuan di bidang pertanahan dan keagrarian, baik dalam
            hal pendekatan maupun metodologi
                 Kajian dan penelitian pertanahan yang dilakukan oleh STPN
            dikategorikan berada di dalam lokus kajian Policy and Political Science
            dengan konsentrasi pada Land and Agrarian Studies. Pengakategorisasian
            oleh Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan
            (KNAPP) Kementerian Riset dan Teknologi, dilakukan setelah visitasi
            akreditasi pada lembaga penelitian STPN. Pengkategorsasian inipun tidak
            serta merta memberikan dampak pada terkonstruksinya ilmu dan kajian
            pertanahan.






            628      Ilmu Agraria
   654   655   656   657   658   659   660   661   662   663   664