Page 661 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 661
Pengembangan keilmuan pertanahan di STPN, juga sangat
terpengaruh oleh proses pendidikan dan pembelajaran kepada mahasiswa.
Kepentingan kajian keilmuan yang menopang tugas pokok dan fungsi BPN
sebagai lembaga induk STPN, menjadikan pengembangan keilmuan di
STPN menjadi tidak leluasa. Di satu sisi STPN harus merancangbangun
rumpun ilmu pertanahan, tetapi disisi lain, STPN harus mengajarkan ilmu
dan pengetahuan praktis yang dibutuhkan oleh BPN.
Permasalahan lain terkait dengan pengembangan keilmuan
pertanahan dan keagrariaan adalah masih kentalnya pengakuan terhadap
linearitas keilmuan oleh birokrasi pendidikan di Indonesia, sehingga studi
multidisiplin masih belum mendapatkan tempat yang layak dalam konstelasi
perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia (Irianto, 2014). Padahal
karakteristik keilmuan pertanahan dan keagrariaan adalah multidisiplin.
B. Perkembangan studi Agraria di Indonesia
Lima misi utama yang mengiringi kelahiran UUPA yang meliputi:
(1) perombakan hukum agraria; (2) pelaksanaan land reform; (3) penataan
penggunaan tanah; (4) likuidasi hak–hak asing dalam bidang agraria; dan
(5) penghapusan sisa–sisa feudal dalam bidang agraria. Pencapaian misi
utama UUPA mensyaratkan berjalannya studi–studi agraria dan tersediaan
berbagai resources yang memadai, utamanya adalah sumberdaya manusia
yang ahli dan profesional di bidang keagrariaan.
Namun demikian, realitas menunjukkan hal yang kontradiktif dengan
semangat dan misi kelahiran UUPA. Kajian agraria selama ini, khususnya
pasca terbitnya UUPA belum mendapatkan perhatian yang memadai,
meskipun persoalan agraria periode sebelumnya (pasca kemerdekaan)
mendapatkan perhatian serius para pendiri bangsa. Perhatian ini dilakukan
mengingat kemerdekaan adalah kesempatan baru untuk merestrukturisasi
sistem penguasaan tanah dari sistem kolonial dan feodal menuju ke
arah yang lebih berkeadilan. Hal ini dipandang sebagai upaya mengatasi
persoalan kemiskinan serta perlakuan eksploitatif masyarakat petani dan
problem pemenuhan kebutuhan pangan dapat diselesaikan . Bentuk
4
perhatian sekaligus kesadaran pentingnya penyelesaian persoalan agraria
pasca kemerdekaan ditunjukkan oleh tumbuh suburnya kajian agraria
4 Ahmad Nashih Luthfi, 2011: 3, ‘Melacak Sejarah Pemikiran Agraria: Sumbangan Pemikiran
Mazhab Bogor’. STPN Press, Yogyakarta
630 Ilmu Agraria

