Page 448 - Masalah Agraria Sebagai Masalah Penghidupan dan Kemakmuran Rakyat Indonesia
P. 448
Masalah Agraria di Indonesia
bahan pupuk DS (dubbel superfostat) untuk sawah. Pemakaian
tenaga: dalam 2 bulan (Oktober dan Februari) agak kekurangan
tenaga, tetapi kekurangan itu sedikit saja dan dapat dipenuhi
dengan tenaga dalam keluarga itu. Untuk usaha ini bekerja
orang laki-laki selama 261 hari, orang perempuan 92 hari,
ternak 143 hari dalam 1 tahun.
Jumlah penghasilan dalam 1 tahun:
Dari pekarangan f 300,-
Dari sawah dan tegalan f 828,-
Dari ternak f 57,-
jumlah f 1185,-
rata-rata penghasilan 1 ha (dari 4,5 ha) f 263,-
Makanan ternak sudah diperhitungkan mengingat kebu-
tuhan makanan ternak, kebutuhan zat putih telur, dan syarat-
syarat lainnya.
Tergast membandingkan dengan perusahaan pertanian
rakyat yang kecil sekarang ini, mengenai luas kesatuan tanah-
nya. Kalau luas kesatuan tanah yang sekarang diatur dengan
cara di atas, hasil rata-rata tiap ha lebih rendah daripada kesa-
tuan tanah yang luas karena kesatuan tanah yang kecil tidak
dapat efisien untuk diusahakan.
Jadi, tidak saja perubahan dalam cara-cara produksi, te-
tapi harus juga diadakan perubahan dalam bentuk dan luas
kesatuan tanah tiap-tiap perusahaan. Dengan memperguna-
kan cara-cara yang baru, luas perusahaan pertanian yang kecil
sekarang tidak dapat mencapai efisiensi yang sama dengan
yang besar.
Perbandingan penghasilan antara perusahaan model baru
(campuran) dengan bentuk yang lama (perusahaan kecil-kecil),
dapat ditunjukkan sebagai berikut:
427