Page 391 - Konstitusionalisme Agraria
P. 391

karena pengukuhan kawasan hutan. Hal senada ditegaskan di dalam
            Putusan perkara No. 34/PUU-IX/2011.
                 Dalam putusan perkara No. 3/PUU-VIII/2010 mengenai
            pengujian UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau
            Kecil, Mahkamah Konstitusi menolak bentuk hukum pengakuan
            terhadap hak masyarakat adat atas wilayah pesisir dalam bentuk
            Hak Pengelolaan Perairan Pesisir (HP3) sebab hal itu bertentangan
            dengan karakteristik dari hak ulayat. Mahkamah Konstitusi dalam
            putusan itu juga berpendapat bahwa pemberian HP3 kepada individu
            dan badan hukum swasta juga mengancam keberadaan hak-hak
            masyarakat tradisional dan kearifan masyarakat lokal atas wilayah
            pesisir dan pulau-pulau kecil, karena menurut konsepsi undang-
            undang tersebut, masyarakat tradisional yang secara turun temurun
            memiliki hak atas pemanfaatan perairan pesisir dan pulau-pulau kecil
            akan diberikan HP-3, dan dapat menerima ganti rugi atas pemberian
            HP-3 kepada swasta berdasarkan kesepakatan musyawarah. Menurut
            Mahkamah konsep demikian, akan membatasi hak-hak tradisional
            masyarakat dalam batasan waktu tertentu menurut ketentuan
            pemberian HP-3 yaitu 20 tahun dan dapat diperpanjang.
                 Konsep ini bertentangan dengan konsep hak ulayat dan hak-
            hak tradisional rakyat yang tidak bisa dibatasi karena dapat dinikmati
            secara turun temurun. Demikian juga mengenai konsep ganti
            kerugian terhadap masyarakat yang memiliki hak-hak tradisional
            atas wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, akan menghilangkan
            hak-hak tradisional rakyat yang seharusnya dinikmati secara turun
            temurun (just saving principle), karena dengan pemberian ganti
            kerugian maka hak tersebut hanya dinikmati oleh masyarakat
            penerima ganti kerugian pada saat itu. Hal itu juga bertentangan
            dengan prinsip hak-hak tradisional yang berlaku secara turun
            temurun, yang menurut Mahkamah bertentangan dengan jiwa Pasal
            18B UUD 1945 yang mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan
            masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya.








               360     Konstitusionalisme Agraria
   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396