Page 392 - Konstitusionalisme Agraria
P. 392

Peranan Swasta dalam Pengelolaan Tanah dan Sumber
            Daya Alam
            Konsep Konstitusional Penguasaan Negara berdasarkan putusan
            Mahkamah Konsitusi tidaklah mengharamkan keterlibatan
            swasta dalam pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lainnya.
            Namun, dalam pengusahaan tanah dan sumber daya alam lainnya,
            sebagaimana dipertimbangkan oleh Mahkamah Konstitusi dalam
            putusan perkara No. No.002/PUU-I/2003,  pemerintah harus
            mengutamakan atau mendahulukan (voorrecht) Badan Usaha Milik
            Negara. Hal serupa juga dipertimbangkan Mahkamah Konstitusi
            dalam putusan Perkara No. 36/PUU-X/2012 mengenai Pengujian UU
            No. 22 Tahun  tentang Minyak dan Gas Bumi. Hal ini sejalan dengan
            pandangan Mohammad Hatta, salah satu founding leaders Indonesia
            yang mengemukakan:

                 “... Cita-cita yang tertanam dalam Pasal 33 UUD 1945 ialah produksi
                 yang besar-besar sedapat-dapatnya dilaksanakan oleh Pemerintah
                 dengan bantuan kapital pinjaman dari luar. Apabila siasat ini tidak
                 berhasil, perlu juga diberi kesempatan kepada pengusaha asing
                 menanam modalnya di Indonesia dengan syarat yang ditentukan
                 Pemerintah... Apabila tenaga nasional dan kapital nasional tidak
                 mencukupi, kita pinjam tenaga asing dan kapital asing untuk
                 melancarkan produksi. Apabila bangsa asing tidak bersedia
                 meminjamkan kapitalnya, maka diberi kesempatan kepada mereka
                 untuk menanam modalnya di Tanah Air kita dengan syarat-syarat
                 yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia sendiri. Syarat-syarat
                 yang ditentukan itu terutama menjamin kekayaan alam kita, seperti
                 hutan kita dan kesuburan tanah, harus tetap terpelihara. Bahwa dalam
                 pembangunan negara dan masyarakat bagian pekerja dan kapital
                 nasional makin lama makin besar, bantuan tenaga dan kapital asing,
                 sesudah sampai pada satu tingkat makin lama makin berkurang...”
                 (Hatta, 2002:202-203).

                 Sejalan dengan itu, jelas bahwa Pasal 33 UUD 1945 tidak
            “mengharamkan” peranan swasta dan privatisasi dalam pengelolaan
            sumber daya alam. Bahkan pihak swasta pun dapat memiliki saham-
            saham dan badan usaha milik negara. Jadi tidak mutlak bahwa badan
            usaha milik negara sepenuhnya dimiliki oleh negara. Dengan kata lain,


                                      Konstitusi Agraria dan Mahkamah Konstitusi     361
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397