Page 42 - Majalah PERHAPI Edisi 007 Juli-September 2021
P. 42
MINING ISSUE
lindian bertekanan tinggi. Sebab dalam bagan alir
Merangkak Pemain Lokal
prosesnya, mesin akan menyisakan ampas dengan Di luar nama-nama besar seperti Vale, Tsing-
volume yang amat tinggi. Jika ditampung di daratan, shan, Nangbo Lygend, dan Huayue Nickel, ada dua
taksiran ongkosnya akan membebani, terutama un- nama lain lagi yang juga membangun pabrik pelin-
tuk memitigasi risiko tumpahan akibat bencana dian untuk bahan baku baterai kendaraan listrik,
alam. yaitu PT Smelter Nikel Indonesia dan PT Adhikara
Pabrik pengolahan dengan teknologi HPAL Cipta Mulia. Penyokong teknologi keduanya adalah
pertama di Indonesia, telah beroperasi Juni tahun ini PT Mineral Asia Tunggal. Pabrik milik Smelter Nikel
di Pulau Obi Maluku Utara, milik PT Halmahera Per- berlokasi di Cilegon, Banten. Sedangkan pabrik milik
sada Lygend. PTHPL merupakan anak usaha Grup Adhikara Cipta berada di Konawe, Sulawesi Teng-
Harita, perusahaan payung milik salah satu taipan gara.
terkaya Indonesia, Keluarga Lim, yang berkongsi Menurut Direktur Smelter Nikel, Made Marta-
bersama Nangbo Lygend Mining, perusahaan asal wan, ketiga perusahaan tersebut dimiliki secara
Negeri Panda. personal oleh orang-orang yang sama namun tidak
Tahun ini, pabrik sejenis direncanakan pula terhubung secara struktur baku perusahaan. Smel-
akan mulai beroperasi milik Huayue Nickel. Peru- ter Nikel berjibaku membangun pabrik dari kocek
sahaan patungan antara PT Huayue Cobalt, PT In- sendiri, belum ada perbankan atau investor asing
dustri Molibdenum Luoyang, dan PT Qingshan Steel yang ikut terlibat menggelontorkan modal nasional.
berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, satu kom- Namun demikian, Smelter Nikel sanggup me-
pleks dengan pabrik Tsingshan. rampungkan pembangunan pabriknya untuk lajur
Dengan mesin pelindian tekanan tinggi, pa- yang pertama. Pengapalan perdana produk olahan
brik-pabrik tersebut akan memproduksi endapan nikel berupa hidroksida ke Jepang dilakukan tahun
hidroksida campuran atau endapan sulfida campu- ini.
ran, mixed hydroxide precipitate atau mixed sulphide “Kami pakai teknologi hydro leaching , beda de-
precipitate. Material setengah jadi ini nantinya akan ngan high pressure acid leaching . Tapi keduanya pu-
diolah lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt nya kemiripan, sama-sama hidrometalurgi,” tutur
sulfat untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Martawan, awal Februari lalu.
Proses ekstraksinya diambil dari bijih nikel kadar Secara hasil akhir, produk hidroksida dari hy-
rendah yang berada di lapisan zona tengah permu- dro leaching masih mengandung unsur pengotor
kaan tanah, yang biasa disebut limonite . atau impurities , berbeda dengan endapan campuran
42 MAJALAH PERHAPI EDISI 07/JULI-SEPTEMBER 2021