Page 347 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 347

warga   negara  yang  berusia  tujuh  sampai  dengan   lima  belas
                 tahun
                   Berdasarkan    bunyi  pasal-pasal  di  atas,  jelas  bahwa  pem-
              berian  hak  kepada  masyarakat  itu  langsung disertai  dengan  pem-
              berian  kewajiban.  Sebaliknya,  kewajiban   bagi  negara  langsung
              didahului  dengan   pengakuan   hak-haknya.    Hal  itu  menyulitkan
              bagi  warga   miskin  dan  bodoh    untuk  menuntut    hak-haknya,
              sebab  dengan   enteng  pemerintah   akan  mengatakan,    bukankah
              kamu   juga  turut  menanggung   keberlangsungan     pendidikan?

                   Ketidakjelasan  dalam   pengaturan   mengenai   hak  dan  kewa-
              jiban  bagi  warga  negara  maupun   bagi  negara  inilah  yang  sejak
              awal  perumusan     RUU   Sisdiknas  sudah   digugat  oleh  penulis.
              Sayang,  wacana   yang   berkembang    dalam   soal  RUU  Sisdiknas
              hanya   soal  pendidikan   agama   yang  dalam   praktiknya   justru
              tidak  menimbulkan     masalah   yang  krusial.  Sebaliknya,  upaya
              penghapusan    hak-hak   bagi  warga  dan  penghapusan    kewajiban
              negara  yang   dalam  implementasinya     amat  bermasalah,   justru
              dalam  perdebatan   RUU   Sisdiknas  coba  ditutupi.  Inilah  sebetul-
              nya  kehebatan  negara  yang  mampu   membelokkan    isu  dasar  RUU
              Sisdiknas  ke  isu  yang  provokatif,  sehingga  tujuan  negara  untuk
              melepaskan   tanggung awab atas    pendidikan   warganya   itu  dapat
                                     j
              berlangsung   mulus  karena  masyarakat   sudah   terfragmentasi  ke
              dalam   kelompok-kelompok      primordialisme    dan  sektarianisme
              yang  sengaja  dihembuskan     untuk  mengalihkan    isu.  Sekarang,
              yang  pro  maupun   yang  kontra  kecele.  Tapi  terus  mau  apa?
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352