Page 342 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 342
tidak stabil dan rawan PHK atau kena gusur. Mereka pun meni-
s
kah dengan pasangan yang berasal dari kelas sosial ama rendah,
sehingga hanya mereproduksi kemiskinan dan kebodohan saja.
Sedangkan anak-anak ketiga golongan tadi bekerja di sektor-
sektor zohite color dengan gaji tinggi dan fasilitas lengkap,
sehingga anak-anak mereka kelak tumbuh dalam suasana yang
kondusif untuk pintar, maju, dan kaya, melebihi orang tuanya.
Kebijakan pendidikan nasional yang tidak adil itu jelas perlu
diubah agar lebih adil dan manusiawi. Negara tidak boleh hanya
memfasilitasi kelompok-kelompok mampu saja, tapi semua
kelompok kelompok masyarakat wajib difasilitasi. Konsekuensi
dari sikap politis yang semacam itu adalah, semua kebijakan
yang tidak mendukung terciptanya sistem yang adil itu harus
digugat dan diubah agar menjadi lebih berkeadilan. Negara
wajib menerapkan kebijakan affirmative action guna menampung
anak-anak yang miskin dan bodoh tersebut. Caranya, negara
memberikan alokasi ruang yang cukup bagi kaum miskin dan
bodoh untuk bisa bersekolah di sekolah-sekolah negeri. Jangan
sampai sekolah-sekolah negeri yang dibiayai oleh negara justru
dihuni hanya oleh anak-anak orang kaya saja. Sebaliknya, yang
miskin justru harus bersekolah di sekolah-sekolah swasta kecil
yang biayanya mereka pikul sendiri.
Bila sistem penerimaan murid baru yang ada selama ini
tidak memungkinkan anak-anak miskin dan bodoh bersekolah
di sekolah-sekolah negeri, maka secara otomatis sistem peneri-
maan murid baru itu wajib diubah. Bukan hanya menggunakan
sistem tunggal dalam bentuk tes ujian masuk, tapi juga menda-
sarkan pada kemampuan sosial ekonomi calon murid. Bila kita
mengacu pada tugas negara untuk mencerdaskan bangsa, maka
hukumnya wajib bagi pemerintah untuk menerima semua anak
yang bodoh dan miskin itu bersekolah di sekolah negeri. Sebab,
j
kalau institusi negara dan uga pegawai negara saja tidak mau
memandaikan mereka, lalu siapa yang wajib memandaikan
mereka? Sangat tidak adil bila beban untuk mencerdaskan

