Page 338 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 338

Bila  tinggi  rendahnya   pendidikan    itu  memiliki  korelasi
               positif  dengan   jenis  pekerjaan,  gaji,  dan  fasilitas  lain  yang
               diperoleh,  maka  dengan sendirinya   pasangan   sesama  S2-S3  akan
               berpenghasilan   sangat  tinggi  (ada  yang  mencapai   ratusan  juta
               rupiah  per  bulan).  Pasangan  antarsesama  SI  juga  memiliki  jenis
               pekerjaan  yang  relatif  baik,  dengan  tingkat  gaji  dan  fasilitas  lain
               yang bagus.  Begitu  seterusnya: semakin   rendah  tingkat  pendidik-
               annya,  semakin   rendah   pula  gaji  yang  diterima  serta  fasilitas
               yang tersedia. Giliran  pada  pasangan yang buta   huruf, jangankan
               pendapatan    dan  fasilitas,  pekerjaan  pun  belum  tentu  mereka
               dapatkan, sehingga   mereka   kemudian   menjadi  pengemis,   penga-
               men,  pemulung,    atau  bahkan  gelandangan.
                    Tapi,  ini  yang  terjadi,  baik  pasangan  sesama  S2-S3  maupun
                                    s
               sesama   buta  huruf ama-sama    ingin  memiliki  keturunan.  Sama-
               sama   melalui  proses  biologis  dan  sama-sama    dilahirkan  oleh
               manusia,   tapi  sudah  pasti  produknya  akan  sangat  jauh  berbeda.
               Anak-anak   dari  golongan  yang  berpendidikan, jauh   sebelum   di-
               proses,  sudah dipersiapkan   secara  matang,  dari  soal  pilihan jenis
               makanan    yang  bergizi,  bahan  bacaan   yang  perlu  dikonsumsi,
               musik   yang  perlu  didengar,   dan  sebagainya   yang   semuanya
               bertujuan  agar anak yang  dikandungnya    nanti  lahir menjadi  anak
               yang   cerdas  dan  berbudi   luhur.  Sedangkan     anak-anak   dari
               pasangan   yang   tidak  berpendidikan   tersebut,  sudah  lahir  pun
               tidak  dipelihara  dengan  baik.  Jangankan  tumbuh   menjadi   anak
               pintar,  bisa  hidup  sehat  pun  itu  sudah  rahmat  yang  tidak  ter-
               hingga.  Dengan   kata  lain,  pernikahan  dari  pasangan  yang  ter-
               marjinalisasi  itu  sebetulnya  hanya  merupakan  proses reproduksi
               kemiskinan   dan   kebodohan.   Dan   celakanya,  pendidikan    yang
               ada  semakin   menyuburkan     proses  reproduksi   kemiskinan   dan
               kebodohan     tersebut.



               2.  Pendidikan:      Sumber     Masalah

                    Bagi  anak-anak miskin   dan  bodoh  itu, sekolah  bukan sarana
               mobilitas  horizontal  maupun   vertikal  yang  baik,  tapi  akumulasi
   333   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343