Page 334 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 334
Di Mana Anak-Anak Miskin dan Bodoh
Bersekolah?
ertanyaan di atas selalu muncul dalam benak penulis setiap
P kali terjadi proses penerimaan murid baru, terutama di seko-
lah-sekolah negeri, baik ketika masih memakai D A N E M (Daftar
Nilai Ebtanas Murni) maupun setelah kembali memakai model
tes. Pasalnya, dua model penerimaan murid baru itu hanya
mengakomodasi tiga kelompok saja, yaitu kelompok anak kaya
dan pintar, anak pintar tapi miskin, dan anak bodoh tapi kaya.
Kelompok keempat, anak yang miskin sekaligus bodoh, tidak
pernah diakomodasi ke dalam kedua sistem yang ada, sehingga
mereka semakin termarjinalisasi. Bukan hanya dalam memper-
oleh akses pendidikan, tapi uga dalam proses sosialisasi dan
j
mobilitas vertikal.
Peluang terbesar untuk memperoleh akses pendidikan yang
baik dimiliki oleh anak kaya dan pintar, karena memiliki nilai
yang bagus sehingga bebas memilih sekolah yang diinginkan.
Bahkan ketika sistem penerimaan murid baru dengan meng-
gunakan model tes seperti sekarang, yang memungkinkan ada
negosiasi soal biaya yang harus dibayar, mereka tetap memiliki
peluang terbesar karena selain memiliki kemampuan untuk me-
ngerjakan soal, juga memiliki kemampuan untuk membayar
pungutan yang ditarik oleh pihak sekolah.

