Page 331 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 331
yang ada, agar tidak terjebak pada romantisme orang miskin
yang dirintis oleh YBM. Perlu melihat peran lain yang lebih strate-
gis, misalnya advokasi, agar dapat memberikan kontribusi yang
signifikan bagi perubahan sistem pendidikan nasional.
Eksperimen-eksperimen kecil seperti yang dilakukan DED
di SDK Mangunan itu, bagaimanapun, tetap diperlukan untuk
membangun sebuah model pendidikan yang sesuai dengan
j
kebutuhan masyarakat sekitar. Tapi sekali lagi, angan diharap-
kan untuk melakukan perubahan sistem pendidikan yang besar
dan bisa memperjuangkan anak-anak miskin untuk memperoleh
hak-hak pendidikannya secara layak. Ia akan mampu memberi-
kan kontribusi bagi perubahan sistem yang begitu besar dan
kuat, hanya jika ada aliansi yang besar dengan melibatkan multi
c
stakeholder dan akupan wilayah yang lebih luas pula. Aliansi itu
dapat terbangun bila orang memiliki perhatian dan kepentingan
yang sama untuk melakukan perubahan. Untuk menumbuhkan
perhatian dan kepentingan yang sama, salah satunya dapat
dilakukan melalui program kampanye. Apa yang dikampanye-
kan? Eksperimen pendidikan yang membebaskan kaum miskin
dari keterindasannya. Tapi bila eksperimen itu sendiri secara
metodologis masih harus dikaji secara serius, maka belum dapat
dijadikan media untuk melakukan kampanye.
Dengan kata lain, kalau ditanyakan "Adakah gagasan pen-
didikan bagi anak miskin masih urgen dan relevan?" maka
s
jawabannya sudah pasti masih sangat urgen dan relevan, elama
keadilan sosial di masyarakat belum tercapai, sehingga masih
banyak anak-anak miskin yang tidak memperoleh pelayanan
pendidikan secara baik.
Tapi apakah model pendidikan yang dikembangkan oleh
DED di SDK Mangunan masih tetap relevan untuk dikembang-
kan, itu hal yang berbeda sama sekali dan masih disputable (dapat
diperdebatkan lebih lanjut).
Strategi yang dapat dijalankan, selain melalui penambahan
s
peran dari ekadar pembuatan model ditambah peran kampanye

