Page 329 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 329

ruan   saja,  sehingga   y a n g  m u n c u l  di  p e r m u k a a n ,  praktik
               pendidikan   yang   dijalankan  oleh  YBM   terkesan  sangat  liberal.
               Kesan   liberal  itu  bukan  hanya  terlihat  dari  substansinya  yang
                                                   "
               lebih  mengarah  pada  peningkatan sumber daya      manusia"  (suatu
               istilah  yang  sangat  bias  kapitalis),  tapi  juga  melalui  pilihan
               metode   yang  dikembangkannya,     yaitu  pedagogi.  Banyak   orang
               mencoba    memisahkan     antara  paradigma   yang   dianut  dengan
               metode   yang  dikembangkannya.      Namun   menurut   hemat   kami,
               betapapun    radikal  pemikiran   seseorang,   ketika  disampaikan
               dengan   metode   pedadogis,   tetap  terjadi  distorsi.  Sebab  dalam
               metode   semacam    itu,  peran  guru  sebagai  penceramah,  penatar,
               pelatih, pemberi  instruksi,  dan  penilai  itu  masih  kuat.  Akibatnya,
               murid   tidak  bisa  mengekspresikan     kemerdekaannya       karena
               masih  terbebani  oleh  rasa  takut,  sungkan,  atau  bahkan  malu.

                    Berdasarkan    pada  praktik  di  lapangan  itu  itu,  maka  apa
               yang ditawarkan   oleh  YBM  model   pendidikan di  SDK  Mangunan
               ini  barulah upaya  pembaharuan   dalam  bidang pendidikan, belum
               dapat  dikatakan  sampai   tingkat  perubahan.  Sebab  di  sana,  me-
               mang    tidak  m e n a w a r k a n  perubahan  yang  mendasar,   tapi
               s e k a d a r  p e n y e s u a i a n - p e n y e s u a i a n  b e r d a s a r k a n  tuntutan
               kebutuhan   untuk orang   miskin  di  sekitar  sekolah.  Pilihan  sema-
               cam  itu  tidak  salah,  karena  pilihan-pilihan  itu  memang  tidak
               menyangkut     soal  salah-benar,   tepat-tidak   atau  boleh-tidak
               bolehnya.  Tapi  lebih  menyangkut  soal  cara  pandang yang dianut
               oleh  seseorang  dan  disesuaikan   dengan  kondisi  yang  ada.
                    Ketika   gagasan   pendidikan    Y B M  untuk  menumbuhkan
               orang-orang   yang   kreatif,  inovatif,  dan  merdeka  itu  ingin  di-
               praktikkan,  situasi  politik  pada  saat  itu  sangat  represif  dan  sis-
               tem  pendidikannya    sangat  sentralistik,  sehingga  tidak  mudah
               bagi  siapa  pun untuk  melakukan  pembaruan-pembaruan,      apalagi
               perubahan.   Apa   yang  dimulai  oleh  YBM   pada  saat  itu  adalah
               yang  paling  maksimal  bisa  dilakukan.  Tapi  ketika  situasi  politik
               telah  berubah,  menjadi  lebih  demokratis  dan  tidak  sentralistik,
               sementara   pendekatannya    tetap  sama,  maka  praktik  pendidikan
               semacam    itu  tidak  akan  banyak  memberikan    makna   bagi  per-



                                                                                 331
   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334