Page 328 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 328
anak-anak atas nama kesalehan, kepatuhan, kesatuan dan
persatuan, dan sebagainya. Melalui praktik pendidikannya di
SDK Mangunan itu, YBM secara tidak langsung ingin menya-
takan, demikianlah sekolah-sekolah Katolik seharusnya menjalan-
kan praktik pendidikannya: memihak yang lemah, bukan sebagai
j a r g o n (yang m a n i p u l a t i f ) , tapi s e b a g a i k o m i t m e n y a n g
diwujudkan dalam karya nyata di masyarakat. Karya penyela-
matan itu tidak harus dinanti sampai hari akhir, tapi di dunia
ini pun karya penyelamatan itu dapat diwujudkan.
Konsep pendidikan bagi kaum miskin telah lama diper-
kenalkan kepada kita, tetapi YBM memberikan contoh bagaimana
pendidikan untuk kaum miskin itu dipraktikkan dalam kehidup-
an kita. Ia membutuhkan dedikasi yang tinggi, komitmen yang
sungguh-sungguh, dan pengorbanan yang besar. Tanpa ketiga-
nya konsep pendidikan untuk orang miskin sulit dijalankan. Oleh
sebab itu, praktik pendidikan untuk orang miskin yang dijalankan
oleh YBM melalui DF.D itu sesungguhnya merupakan rangkaian
jalan Salib yang ditempuh oleh YBM, selain melalui Lembah
Code, Pantai Grigak Gunungkidul, dan Kedungombo. Kesemua-
nya bermuara pada ajaran moral religius, bahwa perjuangan un-
c
c
tuk orang miskin tidak ukup dikhotbahkan, tidak ukup diajar-
kan, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Melalui
karya nyata, orang akan tahu apa yang menjadi kegelisahan
sekaligus komitmen kita untuk memberikan pertolongan kepada
yang miskin. Buanglah kata-kata yang memberikan harapan
kosong kepada orang miskin dan mulailah dengan kerja.
2. Terjebak pada Pembaruan
Secara konseptual, pemikiran-pemikiran pendidikan YBM
sesungguhnya sangat kritis. Ia memunggat seluruh kemapanan
birokrasi pendidikan (baik di lingkungan internal Katolik mau-
pun l i n g k u p n e g a r a ) y a n g d i a n g g a p n y a tidak m e m i h a k
kepentingan orang-orang yang tertindas. Namun, ketika ide itu
dicoba dipraktikkan, ia kemudian terjebak sebatas pada pemba-
330

