Page 326 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 326
r
lembaga sosial, termasuk umah sakit dan sekolah serta lembaga
agama itulah, gagasan Romo Y.B. Mangunwijaya (YBM) untuk
menyelenggarakan pendidikan bagi kaum miskin itu muncul.
Sebagai orang yang yang memiliki komitmen besar kepada sosial
kemanusiaan, YBM ingin memberikan pertolongan kemanusiaan
melalui bidang pendidikan bagi anak-anak orang miskin yang
selama ini terabaikan, bahkan oleh institusi agama (gereja) sekali-
pun. YBM memiliki obsesi, bagaimana membantu anak-anak
orang miskin itu melalui pendidikan yang murah, tapi sekaligus
memberikan bekal kehidupan di masa datang serta kemerdekaan
di dalam hidup. YBM meyakini, bila anak-anak miskin itu menda-
pat pelayanan yang sama dengan cara diberi kesempatan atau
ruang yang sama untuk berekspresi, mereka akan memiliki ke-
mampuan yang ama pula dengan anak-anak orang kaya. Hanya
s
masalahnya, selama ini mereka tidak memiliki ruang yang ter-
sedia untuk berkembang. Bahkan, sekolah-sekolah Katolik (besar
a
di kota) yang sejak wal didirikan untuk misi sosial pun sekarang
telah meninggalkan mereka. Kalau toh diberi ruang, itu hanya
berkisar 10-15% dari total daya tampung.
Melalui suatu eksperimen yang sampai sekarang masih
dikembangkan di SDK Mangunan ini, YBM ingin membuktikan
bahwa anak-anak orang miskin sebetulnya dapat berkembang
dan memiliki kreativitas yang ama seperti anak-anak orang kaya
s
bila tersedia ruang yang sama, memulai dengan cara yang sama,
s
dan diberi bimbingan maupun kebebasan yang ama pula. Keter-
tinggalan mereka sebetulnya tidak terletak pada kodrat bahwa
orang kaya itu pintar-pintar dan orang miskin itu bodoh-bodoh,
tapi pada perbedaan awal melangkah, fasilitas, dan bimbingan
yang diberikan. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh struk-
tur yang tidak adil atau timpang.
Berdasarkan k e y a k i n a n n y a , maka materi pendidikan
didesain sedemikian rupa, yang memungkinkan tersalurkan
maupun tereksplorasinya potensi-potensi yang ada pada setiap
murid, sehingga anak-anak menjadi lebih kreatif, penuh inisiatif,
inovatif, dan memiliki kebebasan berekpresi. Mewujudkan
328

