Page 330 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 330
ubahan sistem pendidikan nasional; sebaliknya hanya dianggap
sebagai pewarna saja. Konsekuensi ideologisnya adalah, pendi-
dikan seperti itu tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk pen-
didikan kritis guna membebaskan kaum miskin dari segala keter-
tindasannya. Bahkan untuk menyiapkan anak-anak miskin agar
mampu bersaing melawan anak-anak orang kaya pun, belum
tentu mampu.
Jika kita meyakini kebenaran bahwa persoalan utama kaum
miskin sebetulnya terletak pada sistem yang sangat tidak adil,
sehingga mengakibatkan orang-orang miskin telah kalah sejak
dari awal sebelum melangkah, maka perubahan yang diharapkan
dapat menolong orang-orang miskin adalah perubahan sistem
atau kebijakan yang tidak adil itu agar menjadi lebih adil dan
memihak kepada orang-orang miskin secara nyata.
Perubahan kebijakan itu hanya mungkin terjadi melalui
suatu gerakan kolektif, bersama dengan multi stakeholder (guru,
murid, orang tua, swasta, LSM, organisasi rakyat, dan partai
politik). Eskperimen kecil-kecilan seperti yang dilakukan di SDK
Mangunan itu merupakan ide bagus untuk dilaksanakan, tapi
jangan diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan bagi
perubahan sistem pendidikan nasional, kecuali ada 10.000 SD
lain yang melakukan eksprimen yang sama, sehingga dapat men-
jadi daya tekan yang kuat terhadap sekitar 140.000 SD lainnya
untuk melakukan hal yang ama pula. Tapi bila gerakan massif
s
itu tidak terjadi, maka praktik pendidikan seperti di S D K
Mangunan itu ibaratnya menggarami lautan saja dalam proses
perubahan pendidikan nasional. Terlebih dalam suatu sistem
pendidikan yang sudah mulai longgar, sehingga memungkinkan
setiap pengelola pendidikan untuk melakukan eksperimennya
(sejauh mereka punya inisiatif dan keberanian). Bahkan di ba-
nyak tempat sekarang ini, telah muncul eksperimen-eksperimen
pendidikan yang lebih radikal daripada yang ada di S D K
Mangunan. Oleh sebab itu, penting sekali bagi para pengelola
DED sekarang untuk melakukan refleksi mendalam tentang
posisi pendidikan SDK Mangunan di tengah perubahan politik
332

