Page 5 - Tugas 2 Bahan Ajar_Neat
P. 5
A. Pengertian Dan Sejarah Pencaksilat
Seni bela diri merupakan cara kesenian yang timbul sebagai salah satu cara seseorang
mempertahankan/ membela diri. Pada dasarnya manusia memiliki insting untuk selalu melindungi diri
dan hidupnya. Dalam tumbuh dan berkembang manusia tidak dapat terlepas dari kegiatan fisiknya, kapanpun
dan dimanapun. Seni bela diri terbagi atas berbagai macam jenis, yaitu seni bela diri bersenjata tajam, seni tempur
bersenjata tumpul/ tidak tajam (kayu, bamboo, dsb) dan seni bela diri tangan kosong. Jenis-jenis bela diri yang ada
antara lain; pencak silat, karate, tinju, gulat, kempo, tarung derajat, taekwondo, wushu dan lain sebagainya.
Olahraga bela diri yang merupakan kekayaan budaya asli Indonesia adalah pencak silat dan tarung derajat. Pencak
Silat merupakan salah satu cabang olahraga beladiri yang berasal dari kawasan Asia terutama Asia Tenggara
dan Khususnya Negara Indonesia, pada awalnya Pencak Silat merupakan beladiri yang harus dikuasai oleh
seluruh prajurit kerajaan-kerajaan yang bertujuan untuk mempertahan kan diri dan berperang akan tetapi seiring
perkembangan zaman Pencak silat ini perlahan mulai dimasukan kedalam Olahraga Seni Beladiri, Indonesia
merupakan salahsatu negara yang dominan dan disegani dalam olahraga Pencak Silat ini karena indonesia memiliki
atlet-altet yang cukup berprestasi baik di tingkat Nasional Maupun di tingkat Internasional. Dalam Olahraga pencak
silat ini terdapat beberapa teknik yang harus dikuasai oleh atlet atau pelaku pencak silat diantaranya adalah
Sikap Pasang, Teknik Pukulan dan Teknik Tangkisan. Dalam kurikulum pendidikan jasmani, olahraga pencak
silat banyak diajarkan dalam kurikulum sekolah. Hal ini memiliki tujuan untuk melestarikan kearifan lokal
Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, dalam penyusunan modul ini penyusun mengambil materi olahraga pencak
silat sebagai pengembangan modul pada kegiatan belajar ini.
Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo; gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah,
terkoordinasi, dan terkendali serta mencakup empat aspek sebagai satu kesatuan (mental spiritual, bela diri,
olahraga dan seni budaya). Ditinjau dari olahraga pertandingan, pencak silat mempunyai ketentuan dalam
pertandingan dimana seorang pesilat harus menguasai beberapa keterampilan antara lain : (a) sikap
pasang, (b) pola langkah, (c) koordinasi dalam serang bela, dan (d) serangan beruntun. Selain itu dituntut
adanya ketentuan unsur-unsur teknik yaitu, (a) serangan dengan tangan/lengan, (b) serangan dengan kaki/tungkai,
(c) teknik belaan, dan (d) teknik menjatuhkan (Jakarta: PERSILAT, 1998). Berdasarkan asumsi tersebut, maka
penyajian materi teknik diawali dari teknik termudah yaitu kuda-kuda, sikap pasang, pola langkah, belaan
(tangkisan dan hindaran), serangan (pukulan, sikuan dan tendangan), redaman, tangkapan, jatuhan, bantingan,
dan pertahanan terhadap bantingan

