Page 223 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 223
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Sikap rajin, ramah dan mudah bergaul menjadikan Hasan
disenangi oleh teman-temannya. Apalagi, ia tergolong santri
yang cerdas. Jika mendapati teman yang kesulitan dalam belajar,
dia tak segan-segan membantu. Di mata mereka, Hasan menjadi
tempat bertanya tentang banyak hal.
Sikap suka membantu tidak hanya ia tunjukkan ketika teman
menemui kesulitan pelajaran, namun juga ketika menghada-
pi kesulitan materi. Tidak jarang ia mentraktir teman-teman-
nya ketika kiriman bekal dari orang tuanya datang. Di mata
teman-temannya, Hasan merupakan sosok yang suka berbagi
dan tidak pelit. Sikap demikian tak pelak menjadikanya sebagai
sosok santri yang istimewa dimata mereka. Tidak heran jika di
mana ada Hasan, di situ pasti teman-temannya turut berkumpul.
Selama di Mamba’ul Ulum, ia mendapatkan bimbingan
langsung dari neneknya dalam belajar al-Quran. Sedangkan da-
lam ilmu fiqih, dia diasuh oleh KH. Hasan Sadzili yang notabene
pamannya sendiri. Bisa dikatakan, tidak hanya hubungan darah
yang mengikat nasab Hasan dengan keluarganya, namun juga
hubungan sanad keilmuan.
Belajar ke Jakarta
Setelah tamat pendidikan dasar, keinginanya untuk mengetahui
dunia pesantren di luar makin tinggi. Karena itu, dia lebih memi-
lih melanjutkan pendidikan menengahnya ke Jakarta, yakni di
pesantren Ash-Shidiqiyah pimpinan KH. Noer Iskandar, yang
juga masih pamannya sendiri. Pendidikan dan kehidupan Jakar-
ta yang sangat berbeda dengan lingkungan pesantren di Jawa
Timur makin membentuk kepribadian Hasan menjadi semakin
tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan. Jakarta dengan
corak kultur yang kompleks, dan sebagai muara dari beragam
| 209

