Page 219 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 219

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            “Iyeh.. etengennah bi’ engkok.” (Iya, akan saya catat!)
            “Enggih..” (iya), kata Hafidz sambil pamit pulang.


            Sampe  di  rumah  Hafidz  tidak  bisa  menahan  diri,  langsung
            menangis sejadi-jadinya.  Sang istri bertanya, ada apa? “Wah,
            abah kejam,” jawab Hafidz singkat.

            Kemarahan ayahnya terus terngiang di kepalanya, “Apa’ah beih
            kodu tirakatin, Cong. Nabi, Cong, narema wahyu, tak langsung
            narema wahyu. Gi’ tirakat gellu. Buru malaikat jibril dateng.”
            (Apa pun harus ditirakati, Nak. Nabi, Nak, menerima wahyu ti-
            dak langsung turun. Nabi harus tirakat dulu).


            Tirakat adalah menjalani kehidupan dengan penuh keprihatinan.
            Hafidz  seperti  terbangun  dari  mimpi.  Akhirnya,  semua  wir-
            id-wirid yang di-ijazah-kan dari guru-gurunya di Lirboyo diba-
            ca semua, dan dijalani dengan penuh prihatin. Malam tidak lagi
            tidur seperti biasanya. Kegiatan ke masyarakat dilakukan secara
            lebih intens, terutama kegiatan Syubbanul Muslimin.


            Ketika  memberikan  ceramah  di  acara  Syubban,  Hafidz  mem-
            persiapkan dengan matang, termasuk dengan jurus-jurus gaul,
            jenaka dan enjoy seperti anak muda pada umumnya. Dari sana
            nama Hafidz pelan-pelan menjulang. Masyarakat mulai tertarik
            dengan model ceramahnya. Akhirnya, undangan ceramah men-
            galir bak air bah.

            Sesudah sang ayah wafat, ia baru merasa sadar mengapa ayahn-
            ya pernah memarahi. “Seandainya abah tidak marah waktu itu,
            dan saya dikasih uang tiga juta,  mungkin saya dikit-dikit  ke
            abah. Itu tidak bakal membentuk kepribadian saya. Ternyata ada
            keberkahan tersendiri di sana. Saya mulai mandiri dari sana,”
            kenangnya.



                                                                      | 205
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224