Page 214 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 214
Hafidzul Hakim Noer | Menggerakkan Pemuda Melalui Shalawat
Anggota pertama Syubban.
yang disebutkan tadi adalah kitab-kitab yang tergolong tingkat
tinggi.
Hafidz kaget sekali ketika mulai masuk kelas, dia dan teman-
teman sekelasnya disuruh menghafalkan kitab Safinatun Najah,
Jurumiyah dan Aqidatul Awam. Tiga kitab ini adalah kitab yang
paling dasar yang biasanya dipelajari di Madrasah Ibtida’iyah,
setingkat SD di Indonesia.
Sebagai pemuda yang sudah mendalami kitab kuning selama
sembilan tahun di Pesantren Lirboyo, tentu saja Hafidz kaget
setengah mati. “Saya bilang ke teman-teman, kalau cuma nga-
ji Safinah, ‘Aqidatul Awam, ngapain jauh-jauh ke Yaman? Apa
maksudnya ini? Setingkat kita ini harus sudah ada kajian,” ke-
nang Hafidz.
Namun tidak ada pilihan bagi Hafidz kecuali harus menjalani
apa yang sudah ditentukan. “Ternyata setelah saya ngaji Safi-
nah di Yaman, beda dengan ngaji di sini. Ketika menjelaskan
lafadz bismillah, itu dijelaskan secara panjang lebar, terdiri dari
| 200

