Page 209 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 209
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Syubbanul Muslimin,” kata Hafidz.
Perubahan lain yang cukup menarik adalah menurunnya pentas
musik di kecamatan Paiton dan sekitarnya. Sebagaimana umum-
nya masyarakat desa, pentas musik merupakan salah satu hibu-
ran mereka ketika ada acara slametan, perayaan 17-an, hingga
tahun baru.
Dulu, cerita Hafidz, kalau jadwal acara Syubbanul Muslimin
berbarengan dengan pentas musik, maka acaranya akan diundur.
“Kita ngalah agar pemuda ke konser dulu. Sekarang jalan terus
sesuai jadwal. Malah orkesnya yang mundur,” tutur Hafidz.
Solidaritas dan Kerelawanan
Jika kita menyaksikan penyelenggaraan kegiatan Syubbanul
Muslimin, baik secara langsung maupun melalui Youtube, kita
seperti menyaksikan lautan pemuda yang sedang khusyu’ shala-
watan, dengan lagu-lagu yang khas anak muda. Kalau dulu ke-
giatan shalawatan diselenggarakan dari rumah ke rumah, seka-
rang tidak mungkin lagi karena jamaah yang datang mencapai
ribuan.
Syubbanul Muslimin kini punya satu kendaraan pick-up dan
truck ukuran tanggung untuk mengangkut peralatan dan pang-
gung, selain peralatan shalawatan seperti terbang, dan alat
musik tradisional semacamnya. Khusus panggung, Syubbanul
Muslimin punya tiga jenis panggung, masing-masing ukuran
6x4 m; 6x6 m dan 10 x 8 m. Sebagian perlengkapan merupakan
sumbangan dari jamaah, sebagian yang lain berasal dari peng-
hasilan koperasi yang menjual aneka asesoris kepada jamaah.
Hal menarik dari kegiatan Syubbanul Muslimin, semua per-
sonil yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tak ada satu
| 195

