Page 205 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 205
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Dalam pertemuan itulah mereka bermusyawarah untuk meran-
cang kegiatan rutin. Namun kegiatan rutin seperti apa, mereka
masih agak kesulitan menemukan kesepakatan. Sebagian usul
agar diadakan tahlilan rutin, tapi sebagian lain menolak karena
sudah terlalu sering dilakukan dalam berbagai event keagamaan.
“Akhirnya, kita sepakat shalawatan saja, sambil ngaji. Sesuai
kesepakatan, kita pilih malam Sabtu untuk Shalawatan,” tutur
Hafidz.
Sebagai kegiatan perdana, mereka meminta Hafidz mengun-
dang ayahnya, KH. Nuruddin Musiri untuk memberikan cera-
mah (taushiyah) pembukaan. Ia pun menyanggupi permintaan
tersebut. Dalam kegiatan itulah KH Nuruddin mengusulkan agar
perkumpulan ini diberi nama Syubbanul Muslimin, yang artinya
para pemuda muslim. Mereka pun setuju dengan nama tersebut.
Akhirnya, Syubbanul Muslimin resmi berdiri pada tanggal 26
November 2005 yang dihadiri oleh 40 orang pemuda waktu itu.
Tanggal ini kemudian diabadikan sebagai hari lahir Syubbanul
Muslimin.
Kegiatan shalawatan yang sekaligus diisi pengajian kitab Safi-
nah al-Najah ini berjalan dengan rutin. Tempat kegiatannya ber-
gantian dari rumah ke rumah jamaahnya. Bahkan, semakin hari
jamaahnya semakin bertambah, karena model shalawatan yang
mereka tampilkan betul-betul cocok dengan usia mereka. Lagu-
lagu shalawatan yang mereka bawakan bukan lagu-lagu yang su-
dah biasa, tetapi diambil dari musik-musik yang sedang populer.
Sehingga, secara spiritual mereka merasa mendapatkan siraman
ruhani, tetapi pada saat yang sama juga merasa mendapatkan
hiburan. Pengajian kitab Safinatun Najah pun disampaikan Ha-
fidz dengan gaya khas pemuda, gaul dan penuh humor, sehingga
jamaah merasa betah dan nyaman berada di dalamnya.
| 191

