Page 207 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 207

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            dari Allah SWT. Bahkan ada peristiwa di mana seorang jamaah,
            Fathurrasi namanya, jatuh pada saat sedang berdiri shalawatan.
            Awalnya, Hafidz mengira dia sakit, tapi ternyata dia sedang ma-
            buk. Akhirnya, Fathurrasi dipapah dan diantarkan ke rumahnya.


            Hafidz  tidak  lantas  marah  pada  jamaah  yang  sedang  mabuk
            tersebut. Sebaliknya, esok paginya, Hafidz mendatangi rumah
            Fathurrasi. Tentu saja dia kaget melihat kehadiran Hafidz. Dia
            mengira Hafidz akan memarahinya. Namun, dugaannya salah.


            Bukannya dimarahi,  Fathurrasi bahkan dikasih baju, minyak
            wangi, dan tasbih. Hafidz sama sekali tidak mengungkit peris-
            tiwa semalam. Tentu saja dia merasa bersalah, namun sekaligus
            merasa terharu. “Mohon maaf, Gus, saya tadi malam sudah bikin
            njenengan malu,” katanya.

            Hafidz menanggapi dengan ringan, “Tidak apa-apa. Kalau kamu
            ingin berubah, ayo saya temani. Tapi kalau kamu masih ingin
            seperti  ini  terus, tolong  jangan  dekati  saya  dan  teman-teman
            saya. Karena saya takut terpengaruh oleh kamu.”

            “Ndak, Gus. Saya ingin berubah,” kata Fathurrasi sungguh-sung-
            guh.


            Fathurrasi hanya salah satu dari sekian banyak pemuda dengan
            latar belakang yang cukup bermasalah pada masa-masa awal.
            Tentu saja saat ini tidak ada lagi pemuda yang datang ke majlis
            dengan memakai anting dan kalung. Kebiasaan ini pelan-pelan
            ditinggalkan.  Tidak hanya dari segi pakaian dan penampilan,
            dengan ikut kegiatan-kegiatan  Syubban, sebutan akrab Syub-
            banul Muslimin, ada banyak perubahan yang terjadi, terutama
            akhlak dan perilaku mereka.





                                                                      | 193
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212