Page 208 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 208
Hafidzul Hakim Noer | Menggerakkan Pemuda Melalui Shalawat
Gerakan shalawatan menjadi semakin diakui pengaruhnya kare-
na kini jamaah Syubban mencapai ribuan. Karena itu, kegia-
tan-kegiatan Syubban tidak hanya diselenggarakan pada malam
Selasa dan malam Sabtu, tetapi juga pada acara-acara tertentu,
seperti tujuh belas agustusan, atau malam tahun baru. Yang
menarik, dalam setiap acara Syubban selalu dinyanyikan lagu-
lagu kebangsaan, terutama Indonesia Raya. Menurut Hafidz, ini
sengaja dilakukan untuk memupuk rasa nasionalisme di kalan-
gan pemuda.
“Sekarang rasa nasionalisme di kalangan anak-anak muda sema-
kin luntur,” tutur Hafidz prihatin.
Ketika Hafidz mengusulkan agar kegiatan Syubban juga
diselenggarakan pada malam tahun baru, banyak jamaah yang
pesimis. Karena bagi anak-anak muda, tahun baru identik den-
gan hura-hura. Tim Syubban sempat khawatir tidak banyak yang
datang seperti biasanya. Namun kekhawatiran ini tidak terbukti.
Penyelenggaraan kegiatan pada malam tahun baru tetap dipadati
jamaah, bahkan jumlahnya jauh lebih besar dari biasanya. Lapa-
ngan Paiton yang begitu luas nyaris tidak mampu menampung
jamaah.
Bahkan, khusus malam tahun baru, kegiatan Syubbanul Mus-
limin berpengaruh cukup besar pada penurunan omzet penjualan
minuman keras di Paiton. Menurut jamaah yang pernah menjadi
“penyalur” minuman keras, omzet penjualan pada malam tahun
baru biasanya bisa mencapai 80 juta dalam satu malam. Namun,
ketika muncul Syubbanul Muslimin dengan menyelenggarakan
kegiatan di malam pergantian tahun itu, omzetnya berkurang
menjadi 24 juta.
“Saya tahu, karena mantan pengedar banyak yang ikut kegiatan
| 194

