Page 203 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 203
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Dengan semboyan, “Nakal gak kenal tawuran, lembut tapi gak
pernah gelut”; “slenge’an tapi punya iman, taqwa jauhi narko-
ba”; “istiqamah tanpa batas”, Majlis Syubanul Muslimin mer-
upakan wadah pembentukan karakter bagi anak-anak muda,
khususnya di Probolinggo Jawa Timur.
Kini jamaah Syubbanul Muslimin tidak hanya di kecamatan Pai-
ton, tetapi meluas hingga luar kabupaten Probolinggo. Dengan
mengetikkan kata kunci Syubbanul Muslimin di Youtube, kita
bisa menyaksikan kegiatan zikir, shalawatan dan ceramah sing-
kat khas anak muda yang dihadiri oleh ribuan jamaah.
Lahir dari Keprihatinan
Tokoh kunci di balik keberhasilan Majlis Syubbanul Muslimin
dalam menggerakkan para pemuda adalah Hafidzul Hakim Noer,
yang akrab dipanggil Gus Hafidz. Dia adalah putra almarhum
KH. Nuruddin Musiri, pengasuh Pesantren Nurul Qadim Paiton
Probolinggo yang didirikan oleh KH Hasyim Aminullah, yang
lebih dikenal dengan nama Kyai Mino, pada 1947. KH Nurudin
Musiri adalah menantu Kyai Mino yang kemudian menjadi pen-
gasuh Pesantren Nurul Qadim setelah Kyai Mino meninggal ta-
hun 1987. Kini Pesantren Nurul Qadim diasuh oleh KH. Hasan
Abdul Jalal, putra kedua Kyai Mino.
Sebagai keluarga pengasuh Pesantren Nurul Qadim, Hafidz tentu
saja dibesarkan dalam tradisi pesantren. Setelah mondok di Pe-
santren Lirboyo Kediri selama 9 tahun, pada tahun 2005, Hafidz
yang waktu itu masih berusia 20 tahun melihat situasi pemuda
yang cukup mengkhawatirkan. Khususnya di desa Kalikajar, di
mana Pesantren Nurul Qadim berdiri dan masyarakat kecamatan
Paiton pada umumnya.
| 189

