Page 211 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 211
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Itulah sebabnya, Hafidz dua kali menjual sepeda motor untuk
membiayai kegiatan Syubban. Inilah yang membuat jamaah ma-
kin solid, karena ketuanya sendiri memberi teladan. Tim yang
bekerja dalam proses penyelenggaraan kegiatan betul-betul di-
dorong oleh solidaritas dan pengorbanan. Kenyataannya, tak
seorang pun yang dibayar pada setiap penyelenggaraan kegia-
tan, membuat solidaritas dan kerelawanan semakin kuat dalam
tubuh Syubbanul Muslimin.
Produk Pesantren Tulen
Hafidz adalah tipikal produk pesantren tulen. Lahir dari keluarga
pesantren, dibesarkan dalam tradisi pesantren, dan dididik den-
gan pendidikan pesantren. Sewaktu kecil ia sempat berkeinginan
sekolah di SD, tapi Kyai Nuruddin, ayahnya, melarang. “Yang
saya inginkan, bukan hanya ada guru yang mengajar anak saya,
tapi guru yang mau mengantarkan hatinya untuk lebih dekat ke-
pada Allah,” ujar Hafidz menirukan ayahnya.
Itulah sebabnya, dari kecil sampai sekarang tidak pernah meng-
enyam pendidikan formal, baik di sekolah maupun madrasah.
Pendidikannya hanya dari pesantren ke pesantren. Dalam usia
delapan tahun, dia sudah harus “mondok”, tidak boleh tidur di
rumah.
Dia disediakan kamar sendiri di Pesantren Nurul Qadim. Di pe-
santren ini dia dididik langsung oleh sang ayah dalam memaha-
mi dasar-dasar kitab kuning, khususnya Nahwu dan Sharaf, dis-
amping belajar baca Al-Qur’an. Setahun kemudian, dalam usia
sembilan tahun, Hafidz dikirim ke Pesantren Al-Qur’an yang
diasuh ustadz Hamid Al-Habsyi, Kraksaan Probolinggo. Di sini
dia belajar Al-Qur’an siang-malam.
| 197

