Page 216 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 216

Hafidzul Hakim Noer |  Menggerakkan Pemuda Melalui Shalawat


            lan tertentu, seperti Maulid, dalam sehari ia bisa dua sampai tiga
            kali mengisi pengajian di tempat yang berbeda.  Nyaris tiada
            hari tanpa pengajian, kecuali pada saat ada jadwal di Syubban.


            “Kalau malam Selasa dan malam Sabtu itu tidak bisa diganggu
            gugat, itu jadwal khusus untuk Syubban,” katanya serius.

            Hafid memang lahir dari keluarga hebat. Dari pihak ayah, dia
            adalah  keturunan Pesantren Batuampar  Pamekasan, Madura.
            Sementara dari pihak ibu, dia adalah keturunan Kyai Mino, seo-
            rang tokoh kharismatik yang dikenal memiliki banyak kekera-
            matan. Namun yang menjadikan Hafidz seperti sekarang bukan
            semata-mata  karena terlahir dari keluarga hebat, tetapi lebih
            karena  pejuangannya  sendiri  dan  berkat  didikan  keras kedua
            orang tuanya.

            Salah satu bentuk didikan keras dari Kyai Nurudin adalah soal
            shalat. Setiap hari dia harus shalat berjamaah persis di belakang
            ayahnya. Kalau tidak ada, maka Kyai Nuruddin akan menyuruh
            santri untuk mencarinya sampai ketemu.

            Kyai Nurudin mendidik Hafidz dengan keras agar, ibarat pedang,
            bisa menjadi pedang yang tajam. Seperti juga pedang, maka ha-
            rus siap ditempa, dipanggang ke dalam api, dibentuk, dicelupin
            ke dalam air.

            “Kalau  kamu  tidak  siap  seperti  itu,  ya  kamu  tidak  akan  jadi
            pedang, hanya jadi tek cotek (Bahasa Madura: sebatang kayu
            kecil),” ujar Hafidz menirukan ucapan ayahnya.


            Didikan keras abahnya itu diturunkan dari kakeknya, Kyai Mu-
            siri. Menurut Hafidz, Kyai Nurudin yang mondok di Pesantren
            Genggong Probolinggo pernah mengirim  surat kepada Kyai



            | 202
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221