Page 250 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 250
Hendra Zainuddin | Merintis dan Mengasuh Pesantren Sejak Muda
Di masa Forpess dipimpin Ustadz Hendra, tradisi menghajikan 3
orang pimpinan pondok pesantren setiap tahun dan bantuan op-
erasional untuk pondok pesantren di Sumatera Selatan sebesar
Rp. 5 miliar (2007 dan 2008). Lebih dari itu, Forpess merupakan
organisasi massa Islam pertama di Sumatera Selatan yang men-
support dan mendoakan agar Sumsel menjadi embarkasi haji.
Memang usulan agar Sumsel menjadi embarkasi haji telah
dilakukan pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Namun karena
banyaknya kendala dan hambatan, misalnya, kurang panjangn-
ya landasan pacu pelabuhan udara Internasional Sultan Mahmud
Badaruddin (SMB) II, sehingga pesawat berbadan besar seperti
pesawat Boeing 747 tidak bisa mendarat. Karena adanya support
dari Forpess seolah menjadi “darah” segar bagi percepatan pem-
bangunan Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
Akhirnya, pada 2006, impian Sumsel menjadi embarkasi haji
jadi kenyataan. Dengan Sumsel menjadi embarkasi haji, seki-
tar 11. 000 calon jemaah haji dari lima provinsi seperti Sumsel,
Jambi, Bangka-Belitung, Bengkulu, dan Lampung yang akan
diberangkatkan melalui bandara Internasional Sultan Mahmud
Badaruddin (SMB) II. Secara ekonomis, akan menghemat biaya
haji Rp 1, 1 juta per jemaah, karena tidak perlu lagi ongkos ke
embarkasi Jakarta. Kalau jamaahnya 11. 000, berarti sekitar Rp
11 miliar bisa dihemat.
Pemrakarsa Anugerah Pesantren Award dan Aktif di TQN
Setelah terpilih kembali untuk kali kedua (masa khidmat 2011-
2014), komitmen Ustadz Hendra untuk memajukan Forpess ter-
tanam kuat dalam hati sanubarinya. Sebagai pimpinan Forpess,
ia tidak lupa dengan jasa-jasa pendahulunya dan orang-orang
yang turut berpartisasi aktif memajukan Forpess dan pondok pe-
| 236

