Page 254 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 254
Hendra Zainuddin | Merintis dan Mengasuh Pesantren Sejak Muda
kan pondok pesantren Inayatullah Gasing juga melakoni puasa
Dawud. Meskipun hanya tiga bulan saja. Ketika mendirikan Pe-
santren Aulia Cendekia di Talang Jambe semakin intensif men-
tirakati atau melakoni puasa Dawud yang kurang lebih sudah
sembilan tahun dijalaninya. Ia mendapat ijazah puasa Dawud
dari KH. Choirul Muna (Gus Muna) pengasuh pontren Mam-
ba’ul Hisan, Meteseh, Tempuran, Magelang dan juga pengurus
Thoriqoh Mu’tabaroh, Jawa Tengah.
Selama sembilan tahun menjalankan puasa Dawud banyak ke-
jadian-kejadian luar biasa yang di alami dan tak pernah ia di-
bayangkan selama ini. Di antaranya, dimudahkan oleh Allah
Swt semua urusan duniawi dan limpahan rezeki yang banyak
dari sumber-sumber yang tidak terduga.
“Puasa Dawud selain dapat menyehatkan fisik, mencerdaskan
jiwa, mencerdaskan spiritual, dan menjeniuskan akal, melakoni
puasa Dawud secara kontinyu atau berkesinambungan, semua
hambatan dan rintangan dalam kehidupan ini sedikit demi sedik-
it mulai terselesaikan. Contohnya, membangun Pasantren Aulia
Cendekia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan
wasilah puasa Dawud, pembangunan ruang belajar dibantu oleh
pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan program kemitraan
Indonesia-Australia”, ujar Ustadz Hendra.
Apalagi dengan terbitnya buku karya Ustadz Hendra berjudul
Hebatnya Puasa Daud: Dilengkapi Amalan dan Ijazah Puasa
Daudyang diterbitkan al-Mawardi Prima Press, Jakarta, 2015,
semakin banyak orang membaca buku tersebut dan semakin
banyak pula yang memunta ijazah puasa Dawud. Bahkan hing-
ga saat ini setidaknya sudah 1. 000 orang meminta ijazah puasa
Dawud, baik dari wilayah Sumsel sendiri maupun dari luar neg-
eri, seperti dari Kairo, Malaysia, dan lain sebagainya.
| 240

