Page 251 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 251
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
santren yang ada di Sumsel. Pada 9 Mei 2012, ia memprakarsai
pemberian Anugerah Pesantren Award.
Pemberian penghargaan “Pesantren Award” ini adalah wujud
apresiasi dan penghargaan Forpess terhadap para praktisi (kyai
dan ustadz), institusi pemerintah dan swasta, stakeholder--baik
perorangan dan/atau lembaga--yang selama ini turut berjasa dan
berperan aktif memajukan dunia pesantren di Sumatera Selatan.
Selain aktif di organisasi sosial kemasyarakat Islam, seperti
di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumsel, Rabithah al-
Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PW NU Sumatera Selatan, Majelis
Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi Islam lainnya. Ia juga
aktif di Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah (TQN).
Perkenalannya dengan TQN terjadi pada 2007, bermula ketika
Mursyid Kamil wa Mukammil KH. Achmad Chalwani berkun-
jung ke Palembang. Ustadz Hendra kemudian berbai’at pada
Mursyid Kamil wa Mukammil KH. Achmad Chalwani. Mursy-
id Kamil wa Mukammil KH. Achmad Chalwani akrab disa-
pa Romo Yai Chalwani merupakan mursyid (guru) TQN atau
tarekat Berjan generasi keempat dari ayahandanya, KH. Mu-
hammad Nawawi, kemudian dari kakeknya KH. Shiddiq dan
buyutnya KH. Zarkasyi al-Berjani.
Sejak berba’at dengan Romo Yai Chalwani pada tahun 2007 lalu,
mulai saat itu Ustadz Hendra “melakoni” amaliyah dan praktik
TQN secara kontinyu dan konsisten. Pada tahun 2014 lalu, un-
tuk kali pertama Ustadz Hendra mengikuti khalwat di Pondok
Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, Purworejo.
Kemudian, pada Oktober 2016, Ustadz Hendra kembali mengi-
kuti khalwat untuk kali kedua yang juga bertempat di Pondok
Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, Purworejo. Untuk
| 237

