Page 255 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 255
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Ingin Bermanfaat dengan Produktif Menulis
Dari semua perjalanan hidup, baik suka maupun duka, Ustadz
Hendra masih ingat pesan sang guru KH. Muhammad Idris Jau-
hari (pengasuh pondok pesantren al-Amien Prenduan Sumenep,
Madura, 1971-1989); “Teruslah berjasa dn berkembang”. Pesan
sang guru ini bermakna bahwa kita dalam kehidupan ini harus
memberi manfaat bagi orang lain dan terus menata diri dengan
memperbanyak ilmu pengetahuan untuk diabdikan pada Allah
Swt dan kemaslahatan umat manusia.
Karena itu, filosofi hidup Ustadz Hendra saat ini adalah “harr-
ik fainnal harokah barokah” (bergeraklah karena sesungguhnya
dalam gerak itu ada barokah”. Artinya, manusia harus “meng-
gerakkan” seluruh potensi jiwa dan raganya untuk menggapai
rezeki, ilmu pengetahuan dan sebagainya yang nantinya akan
termanifestasi dalam bentuk “barokah” (reward and punish-
ment). Di tengah kesibukannya di pesantren dan organisasi
massa Islam, ia juga masih menyempatkan diri untuk menulis
artikel berkaitan dengan masalah keislaman dan kepesantrenan
yang dimuat di HU Sumatera Ekspress, HU Sriwijaya Post, Tri-
bun Sumsel.
Sedangkan karya tulis dalam bentuk buku yang telah diter-
bitkan, di antaranya, Qiyam Al-lail dan Pendidikan Kejiwaan
(2005), Auflarung Manajemen Pesantren(2007) Sewindu Forum
Pondok Pesantren Sumatera Selatan (2007), Untukmu Wanita
Sriwijaya: 99 Kata Pencerahan (2011), Paradigma Baru Pesant-
ren Masa Depan (Ar Ruzz, Yogyakarta, 2012), Keajaiban dan
Kedahsyatan Puasa Daud (Ar Ruzz, Yogyakarta, 2012), 101
Tokoh Ulama Sumsel, Riwayat Hidup dan Perjuangannya (Ar
Ruzz, Yogyakarta, 2013).
| 241

