Page 260 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 260

Hindun Anisah |  Nyai Pejuang Keadilan bagi Anak dan Perempuan


                                                  Aktivitas LSM-nya tetap
                                                  terpadu  dengan  seman-
                                                  gat  kuliahnya dan kap-
                                                  asitasnya sebagai salah
                                                  satu  pengasuh Pondok
                                                  Pesantren      Krapyak.
                                                  Sambil tiap hari me-
                                                  nerima  setoran  tahfidh
                                                  al-Qur’an dan sorogan
                                                  kitab  kuning  anak-anak
                                                  santri,  Hindun menja-
                                                  di salah satu leader di
                                                  Pondok Pesantren  yang
                                                  membidangi  kurikulum.
                                                  Pengalamannya di LSM
                                                  menjadi     penghubung
                                                  dunia  pesantren yang ia
            geluti dengan dunia di luar pesantren.


            Suatu ketika Hindun terpilih menjadi peserta Training for Pe-
            santren  Leaders  yang  diadakan  oleh  ITD Amherst  University
            & State Department  of USA. Dia mengikuti  training selama
            3 minggu pada tahun 2002 di Amerika Serikat, bersama-sama
            dengan sekitar 13 pimpinan pondok pesantren di Indonesia.


            Teguh di Pesantren, Pejuang untuk Kemanusiaan

            Kepedulian  Bunda Hindun dalam  isu-isu isu-isu dialog  lintas
            agama, pemberdayaan  perempuan dan anak, serta pendidikan
            yang  humanis  dan  multicultural  menemukan  spiritnya  ketika
            mengingat kakeknya KH Ali Maksum (Rois Aam PBNU 1980-
            1984). Pak Ali --demikian beliau dipanggil oleh para santri--,
            yang pernah mengatakan  sebuah harapan  kepada  putri  beliau



            | 246
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265