Page 263 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 263

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Pada tahun 2002, mertua Bunda Hindun, KH M Amin Soleh,
            pendiri  PP Hasyim  Asyari Jepara  wafat. Setahun  kemudian,
            diputuskanlah bahwa Bunda Hindun akan mengikuti suaminya
            untuk pindah ke Jepara. Dasar aktivis, sejak kepindahannya di
            Jepara pada tahun 2002, Bunda Hindun tidak puas dengan pen-
            inggalan pesantren yang baru memiliki MTS dan MA saja. Ia
            kemudian mendirikan Yayasan Semai yang membawahi PAUD
            Semai dan SD Semai, juga PAUD Averroes.


            Dengan mengusung misi menjadi sekolahnya manusia, Sekolah
            Semai Jepara berhasrat menjadi bagian dari model mikro untuk
            pendidikan berkualitas dan berharap menginspirasi munculnya
            sekolah-sekolah manusia lainnya sehingga akan menjadi makro
            dan membawa perubahan besar bagi pendidikan di Jepara. SD
            Semai adalah satu-satunya SD inklusi di Jepara yang menerima
            anak-anak berkebutuhan khusus untuk ikut belajar bersama den-
            gan setara.


            Yayasan  Semai  adalah  kiprah  Bunda  Hindun yang  menandai
            bahwa output pendidikan pesantren pun mampu menangkap ke-
            butuhan zaman dan terus berkesesuaian dengan zaman.

            Sentuhan pendidikan Bunda Hindun juga membuat  pesantren
            memiliki nuansa yang khas. Berbagai media massa menyebut
            PP Hasyim Asyari sebagai “Pesantren Berbasis Kesetaraan Gen-
            der.” Para santri didorong untuk tahfidzul qur’an sambil sekolah
            madrasah umum, sebab kebanyakan di Jepara, santri tahfidz ma-
            sih bersifat takhassus.


            Pengasuh pesantren memberi perhatian pada masing-masing ke-
            cerdasan dan potensi santri, hingga pada waktunya nanti, san-
            tri dapat diadvokasi untuk mencari beasiswa pendidikan yang
            lebih tinggi. Santri perempuan dimotivasi  untuk mengadakan



                                                                      | 249
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268