Page 261 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 261

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Nyai  Hj.  Durroh  Nafisah  Ali  (ibunya  Bunda  Hindun),  “Aku
            pengin dadekke kowe ulomo wedok (Aku ingin mencetak kamu
            menjadi ulama perempuan).”


            Obsesi Mbah Ali Maksum inilah yang ingin diraih oleh Bunda
            Hindun. Pernyataan Mbah Ali sebenarnya disampaikan dalam
            konteks kekecewaan beliau karena pilihan Nyai Durroh Nafi-
            sah untuk tahfidh al-Qur’an ketika belajar di Pondok Pesantren.
            Mbah Ali menganggap menghafal al-Qur’an itu hanya semacam
            “keterampilan”. Seharusnya ulama perempuan memperkaya diri
            dengan penguasaan “kitab kuning.” Untuk mengakomodir obse-
            si ibunda dan kakeknya itu, Bunda Hindun akhirnya mewujud-
            kan dirinya sebagai salah satu ulama perempuan.


            Keulamaan Bunda Hindun ditempa dengan memulai tahfidh al-
            Qur’an semenjak usia Sekolah Dasar di Pasuruan, saat ia diasuh
            oleh Kakeknya KH Abdul Hamid Pasuruan. Lepas dari SD Is-
            lam Pasuruan (1986), Bunda Hindun sudah mengantongi 18 juz
            hafalan al-Qur’an. Aktivitas menghafal ini sempat terjeda untuk
            sementara belajar ilmu alat dan kitab kuning di Muallimat Tam-
            bak Beras Jombang (1986-1989).

            Pendalaman  kitab kuning kemudian  dilanjutkan  di Madra-
            sah Aliyah al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1992), dengan
            metode sorogan dan “shorof Krapyak” ala Mbah Ali Maksum,
            sambil melanjutkan tahfidh al-Qur’an sampai khatam di tangan
            ibunda Durroh Nafisah dengan sanad dari Mbah KH Moenaw-
            wir Krapyak Yogyakarta.


            Saat masih pelajar, Hindun Anisah tergolong “maniak lomba”.
            Berbeda dengan model “Arwanian Kudus” yang “mengharam-
            kan” lomba al-Qur’an, model Krapyak justru membolehkan
            lomba al-Qur’an untuk memotivasi hafalan dan pemahaman.



                                                                      | 247
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266