Page 265 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 265

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Lewat  cerita  dalam  kitab,  Hindun  memastikan  agar  fikih  be-
            nar-benar ditegakkan di atas prinsip keadilan yang tidak mem-
            bedakan eksistensi laki-laki  dan perempuan sebagai makhluk
            yang berpikir, serta untuk memastikan bahwa perempuan tidak
            menjadi korban kezaliman dan kekerasan dari struktur sosial.

            Inisiator KUPI, Meneguhkan Peran Ulama Perempuan


            Selain aktif mendidik santri-santrinya di pondok, Bunda Hind-
            un juga menjabat  sebagai Sekretaris RAHIMA (sebuah LSM
            yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan) serta turut
            menginisiasi penyelenggaraan Konggres Ulama Perempuan In-
            donesia (KUPI) pada 25-27 April 2017 yang lalu. KUPI yang
            diselenggarakan secara bersama oleh ALIMAT, RAHIMA dan
            FAHMINA ini dihadiri oleh hampir seribu peserta dan pengamat
            dari  berbagai negara.  Di antaranya:  Mossarat Qadeem  (Paki-
            stan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia),
            Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria) dan Roya
            Rahmani (the Ambassador of Afghanistan in Indonesia).


            Kongres Ulama Perempuan yang disebut Menteri Agama Luk-
            man Hakim sebagai “pertama sedunia” itu berhasrat meneguh-
            kan peran keulamaan  perempuan bagi kemaslahatan  umat.
            Rekomendasi penting konggres yang berlangsung di Pondok
            Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon ini ada-
            lah  seputar  pencegahan  kekerasan  seksual yang masih sangat
            memprihatinkan, pencegahan perkawinan anak yang dampakn-
            ya sangat merusak dan pencegahan perusakan lingkungan dalam
            perspektif ketimpangan sosial.


            Bunda  Hindun pernah  melakukan  penelitian  regional  Asia
            Tenggara  bertajuk  Islamic  Family  Law  and Justice  for Mus-
            lim  Women.  Penelitian  yang disupport oleh  Ford Foundation



                                                                      | 251
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270