Page 264 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 264

Hindun Anisah |  Nyai Pejuang Keadilan bagi Anak dan Perempuan


            kegiatan-kegiatan  kreatif  seperti  membuat  kajian  film  setelah
            menonton  film,  juga  difasilitasi  dengan  berbagai  workshop
            kepenulisan, jurnalistik dan berbagai skill lainnya. Mereka juga
            didorong untuk mengikuti seminar tentang anak dan perempuan,
            sastra dan politik.

            “Ketika  fikih  menjadi  mainstream,  yang  muncul  hanya  sikap
            yang memandang suara perempuan sebagai aurat dan tubuh per-
            empuan sebagai fitnah. Akhirnya, sejarah Nabi justru terlupa-
            kan. Aisyah adalah perempuan cerdas yang senantiasa berdialog
            menyuarakan aspirasi perempuan kepada Nabi. Kita tidak boleh
            melupakan konteks ketika fikih dibuat dan bahwa ushul fikih
            adalah metode.


            Kita  tidak  boleh  mendistorsi  fikih  seolah  kitab  suci,”  ujarnya
            mendiskripsikan tentang konteks amaliah fikih. Itulah sebabn-
            ya mengapa di waktu-waktu tertentu, Bunda Hindun juga rutin
            membacakan  kitab  Mausuah Ummul Mukminin Aisyah binti
            Abu Bakar karya Doktor Abdul Mun’im dan kitab Al Busyro
            fi Manaqib Sayyidah Khadijah Al Kubro karya Abuya Sayyid
            Muhammad Al Maliky kepada santri dan santriwati.
























            | 250
   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269