Page 367 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 367
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
kolah dan juga orang-orang yang sakit. Tanggung jawab itu, ia
lakoni sejak tahun 2000 silam, hingga saat ini.
Bayang-bayang sebagai Anak Kiai
Lahir dari keluarga ulama, Taufiq dididik untuk hidup sederha-
na. Meski ayahnya AGH (Anregurutta Haji - sebutan lokal Kiai
Haji KH) Sanusi Baco, ulama besar Islam di Sulsel, namun ia
tetap hidup dengan cara anak-anak pada umumnya yang juga
ingin menciptakan segudang prestasi. Akhirnya itu terbukti den-
gan prestasi dan gelar yang ia dapat berkat usuhanya sendiri.
Dalam lingkungan sosial kesehariannya, ia adalah anak dari ses-
epuh NU Sulsel. Perjalanan panjang untuk menempuh presta-
si itu pun tidak mudah banyak dilema dan lika-liku kehidupan
yang ia jalani dengan sabar.
Taufiq kecil, pertama kali mengenyam sekolah formal pertama
di TK Musdalifah dan SD Pontiku. Hidup sebagai putra ulama
besar, bagi dia, tak seperti dibayangkan khalayak banyak. Ia jus-
tru merasa risih lantaran dispesialkan dibanding anak-anak lain-
nya, baik di lingkungan sosial maupun di sekolah.
Taufiq kecil justru selalu ingin merasakan kehidupan seperti
anak-anak lain pada umumnya. Namun apalah daya, Taufiq se-
lalu memiliki posisi spesial di mata para guru - gurunya. Hal itu
pun ia rasakan saat beranjak sekolah lanjutan saat nyantri di Pe-
santren Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Kabupaten
Barru.
Selama menjadi santri, Taufiq dikenal sebagai santri yang taat
kepada para guru di pesantren. Meski ia juga pernah sesekali
berbuat ulah. Meski berbuat salah, tetap saja gurunya enggan
| 353

