Page 369 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 369
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
ni kehidupan sebagai santri 4 tahun di DDI Mangkoso, ia pun
memilih melanjutkan pendidikannya di tanah Jawa. Tahun 1994
ia hijrah ke Yogyakarta, tanah yang mayoritas umat muslim di
Jogja adalah Muhammadiyah. Di daerah ini, ia pun merasa ter-
tantang, hanya beberapa orang yang mengenal kebesaran nama
Ayahnya.
Di situlah, Taufiq baru bisa mengasah kemampuannya. Ia mera-
sa bisa lepas dari bayang-bayang nama besar Ayahnya. Tidak
banyak yang mengenal Ayahnya di Yogjakarta, hanya beberapa
dosen saja.
“Di situlah saya betul-betul, nama kerennya, terlepas dari
bayang-bayang orang tua. Di situ saya merasa bagaimana men-
jadi santri biasa, tidak ada perlakuan khusus, tidak ada per-
lakuan istimewa, di situlah saya merasakan persaingan di kota
pendidikan,” ujarnya.
Ia memilih MAN Yogyakarta 1 selama 3 tahun dan melanjutkan
kuliah tahun 1997 masuk ke Universitas Sunan Kalijaga selama
3 tahun 4 bulan. Awalnya ia lulus di UGM, namun ia melepas
peluang kuliah di UGM, demi amanah penerus pembaca kitab.
Akhirnya, ia kuliah di Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga.
Serasa tak ingin kalah dengan Ayahnya, ia kembali melanjut-
kan pendidikan ke pasca sarjana (S2) di universitas yang sama
selama 1 tahun 8 bulan. Lalu pada tahun 2004 ia melanjutkan
pendidikan S3 nya di UIN Syarif Hidayatullah.
Pengalaman organisasi tidak kalah menariknya, Taufik pernah
menjadi wakil ketua IPNU Cabang Kartokusuman di Yogjakar-
ta. Pada saat masih mahasiswa semester awal S1, Taufiq sema-
kin banyak menjejaki cara berpikir yang kritis, serta semakin
| 355

