Page 399 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 399
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Putra. Komunitas tersebut diberi nama gubug ‘Duben’ yang be-
rarti ‘Durung Bener’ (Belum Benar). Dengan demikian, anggota
komunitas ini berharap terus untuk menjadi benar dan mencari
kebenaran.
Komunitas berjalan dengan semarak dan semangat. Halaqah
atau perkumpulan musyawarah dilakukan hampir setiap malam
dan bahkan menjadi rujukan para santri yang menginginkan
jawaban dari permasalahan fiqih. Komunitas inilah yang kemu-
dian menjadi embrio munculnya Lembaga Bahtsul Masa’il dan
Musyawarah Kitab Fathul Qorib di lingkungan pesantren ayahn-
ya, Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah.
Reza sangat menjiwai dan menekuni apa yang menjadi aktifit-
asnya di pesantren, karena hal tersebut senada dengan keingi-
nan isi hatinya. Hari-harinya selalu dihiasi dengan mengaji dan
mengkaji masalah-masalah keagamaan dan berprinsip teguh
dengan kitab salaf. Tiba pada suatu masa, sang ibu menyuruhn-
ya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan harus
keluar dari Lirboyo untuk menuntut ilmu di tempat lain. Waktu
itu, pilihannya adalah Hadramaut, Yaman.
Tentu terjadi gejolak di dalam hati Reza, seorang yang sudah
tumbuh di lingkungan pesantren salaf kemudian mendapatkan
perintah untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Se-
buah pendidikan yang notabene mengedepankan rasionalitas.
Penolakan sempat terucap oleh Reza, akan tetapi sang ibu tetap
bersikukuh agar anaknya tetap melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sambil menangis, ibunya berucap, “Apa kamu tidak melihat ka-
kekmu, seorang kyai besar yang salaf dari pesantren salaf akan
tetapi memiliki pemikiran yang maju, sehingga mendirikan per-
guruan tinggi Tribakti?”
| 385

