Page 397 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 397
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
memanfaatkan waktunya di Lirboyo dengan merangkap pela-
jaran. Pada tahap dasar, ia menempuh pendidikan di SDN IV
Lirboyo, kemudian melanjutkan di tingkatan MTs dan Madra-
sah Aliyah di Tribakti Lirboyo. Disamping belajar pendidikan
formal, dia juga mengenyam pendidikan salaf di Madrasah
Hidayatul Mubtadi’ien hingga pada tingkatan wustho. Pada ta-
hun 1999 dia melanjutkan pendidikan di Al Ahqaff University
Hadramaut Yaman dengan jurusan Syari’ah dan Hukum Perun-
dang-undangan Negara, lulus tahun 2003.
Semasa kecil Reza memulai pengajiannya langsung di bawah
bimbingan ayahnya, Kyai Imam Yahya Mahrus. Setelah bela-
jar baca Al-Qur’an, kitab kuning pertama yang ia kaji di depan
ayahnya adalah kitab Jurumiyah. Sang ayah mulanya member-
ikan pengajian dengan makna jawa ala pesantren. Setelah sang
ayah membaca kitab, Reza disuruh untuk mengulang apa yang
telah dibaca ayahnya. Akan tetapi, dengan syarat memakai kitab
sang ayah, yang tentu saja kitab tersebut bersih tanpa ada core-
tan makna jawa pegon. Dengan berusaha sekuat pikiran, Reza
mencoba untuk membaca kitab dengan baik dan benar dari sisi
gramatikal (nahwu) maupun morfologinya (shorof).
Sikap dan cara sang ayah mendidik putranya tidak jauh berbeda
dengan santri lainnya, bahkan bisa dikatakan lebih ketat. Bila
sang ayah mendapati kesalahan dalam membaca, maka dengan
keras sang ayah menegur dan menyuruh untuk mengulang ba-
caan dari awal. Tidak hanya itu, bila terdapat kesalahan dalam
membaca, sering kali bentakan keluar dari mulut sang Ayah. Tak
jarang, beberapa benda melayang ketika sang anak tidak mem-
perhatikan secara baik. Pada tahap berikutnya, kitab-kitab lain
seperti Tuhfatus Saniyah, Waroqot, Fathul Qorib, Fathul Mu’in
dan beberapa kitab lainnya juga terus dipelajari secara bandon-
gan.
| 383

