Page 393 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 393
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
seorang perempuan yang datang kepadanya dengan beberapa
bekas luka memar di bagian wajah. Setelah difoto, sang suami
korban dipanggil ke pesantrennya untuk dimediasi. “Saya sudah
mengambil foto ulah sampeyan. Sampeyan mau mengaku salah
dan tidak mengulanginya kembali, atau saya limpahkan ke polisi
saja?” gertaknya serius. Rupanya nyali si suami langsung ciut,
dia mengakui kesalahannya. Setelah itu, keluarga tersebut tidak
pernah lagi terdengar bertengkar, bahkan terlihat akur hingga
sekarang.
Nyai Ruqayyah juga menuturkan sebuah cerita, di tengah desa
yang kehidupan masyarakatnya agamis, rukun dan menjunjung
sopan santun, ternyata pernah terjadi kasus pemerkosaan yang
dilakukan oleh seorang kakek terhadap cucunya sendiri. Parahn-
ya, si cucu masih di bangku sekolah dasar. Mereka tidak mun-
gkin dinikahkan karena masih muhrim, haram.
Saat itu, usia kehamilan lebih kurang tiga bulan, jika tidak digu-
gurkan maka si anak akan mengalami goncangan psikis yang
sangat besar, belum lagi keselamatan calon ibu riskan meregang
nyawa. Maka berdasarkan berbagai pertimbangan, bayi dalam
kandungan terpaksa digugurkan, dan nyai Ruqayyah yang men-
gurus dan mengantarkannya ke rumah sakit.
“Kalau ada persoalan semacam ini, seorang da’i tidak lagi ditun-
tut untuk ceramah, apalagi mengharam-haramkan atau mengh-
ina-dinakan, tidak! Pada kondisi ini kita dituntut untuk sigap
memberikan pelayanan nyata” jelasnya.
Sebagai seorang aktivis perempuan, Nyai Ruqayyah sering
menghadiri forum-forum resmi diskusi tentang hak asasi ma-
nusia (HAM), khusunya tentang persamaan hak perempuan.
Melalui forum tersebut, ia rajin memberikan pencerahan bagi
| 379

