Page 391 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 391
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
juga bisa berpartisipasi urun rembug untuk menghasilkan kepu-
tusan yang baik” timpalnya. Akhirnya sang kiai hanya manggu-
ng-manggut.
Pelemahan terhadap perempuan, kata Nyai Ruqayyah, terkadang
juga timbul dari pemahaman agama yang sempit. Menurutnya,
agama Islam sendiri tidak melemahkan perempuan, hanya saja
ayat-ayat atau hadist yang berkenaan dengan perempuan cend-
erung ditafsirkan tidak sejalan dengan misi al Quran maupun
Hadits, akhirnya terjadilah pelemahan terhadap perempuan.
Sempat terjadi polemik saat Megawati tampil sebagai presiden,
banyak tokoh Islam yang menolak kepemimpinannya. Tetapi
Nyai Ruqayyah berpandangan, tidak ada yang salah dalam ter-
pilihnya Megawati; boleh-boleh saja.
Dalam pandangannya, laki-laki dan perempuan memiliki hak
yang sama, termasuk menjadi presiden. Persoalan politik sering
dikait-kaitkan dengan agama. Padahal jika perempuan dididik
dan dibina pada bidang tertentu, sehingga memiliki kapasitas
yang mumpuni untuk menjadi pimpinan di bidang tersebut,
maka boleh saja dia jadi pemimpin. Kalaupun ternyata perem-
puan tidak mampu menjadi pemimpin, ia menegaskan, keti-
dak-mampuan tersebut bukan karena kelaminnya perempuan,
tetapi karena kapasitasnya saja yang tidak mendukung. Kepemi-
mpinan bukan persoalan gender, tetapi masalah kapasitas dan
kapabilitas. “Banyak juga pemimpin laki-laki yang gagal memi-
mpin. Artinya, laki-laki bukanlah jaminan menjadi pemimpin
yang sukses. Dan sebaliknya, perempuan bukanlah alasan men-
jadi pemimpin yang gagal,” tegasnya sambil tersenyum.
Nyai Ruqayyah juga sempat menyinggung sejarah, bahwa Ra-
sulullah pernah memuji kecerdasan kaum perempuan Muhaji-
rin saat mendatangi majlis dan aktif berdiskusi dengan Nabi.
| 377

